Longsor Pasirlangu Bandung Barat, Kementerian PU Kerahkan Alat Berat dan Dukungan Darurat

0
61
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo (kiri depan), meninjau langsung lokasi bencana di Kabupaten Bandung Barat pada Minggu (25/1/2026) (foto: Kemen PU)

(Vibizmedia – Bandung Barat) Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Upaya penanganan difokuskan pada evakuasi korban, dukungan darurat di lapangan, serta penyiapan langkah mitigasi untuk mencegah kejadian serupa.

Longsor terjadi pada Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 03.00 WIB di Kampung Pasirkuning RT 05/11 dan Kampung Pasirkuda RT 01/10 akibat hujan berintensitas tinggi. Material tanah dan air menerjang kawasan permukiman, menyebabkan puluhan rumah terdampak dan memicu evakuasi besar-besaran oleh tim SAR gabungan.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo yang meninjau langsung lokasi pada Minggu (25/1/2026) menginstruksikan seluruh balai teknis Kementerian PU di Jawa Barat untuk siaga penuh dan memberikan dukungan maksimal dalam penanganan darurat.

“Prioritas saat ini adalah mendukung evakuasi dan penanganan darurat yang dilakukan Basarnas dan tim SAR gabungan, termasuk dengan menyiapkan alat berat dan sarana pendukung lainnya,” ujar Menteri Dody.

Untuk mempercepat evakuasi dan pembersihan material longsor, Kementerian PU melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat mengerahkan enam unit excavator PC 75. Tiga unit telah berada di lokasi, sementara tiga lainnya dalam proses mobilisasi. Dukungan juga diberikan oleh BBWS Citarum serta BBWS Cimanuk Cisanggarung yang turut menyiagakan sejumlah alat berat.

Kepala BBWS Citarum, Marasi Deon Joubert, menyampaikan bahwa dari sembilan alat berat yang disiapkan, enam sudah berada di lokasi. Sebagian sempat dioperasikan, namun dihentikan sementara akibat adanya longsor susulan.

“Beberapa alat sudah digunakan untuk membantu evakuasi, tetapi karena terjadi longsor susulan, sementara diminta untuk standby sambil menunggu arahan lebih lanjut dari Basarnas,” jelasnya.

Selain dukungan alat berat, Kementerian PU juga memastikan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi. Melalui Tim Tanggap Darurat Air dan Sanitasi (TARAT) Cipta Karya Jawa Barat, disiapkan dua unit toilet portabel, dua unit tangki air berkapasitas 4.000 liter, serta dua unit hidran umum berkapasitas 2.000 liter di sekitar lokasi dan posko terpadu.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 44 rumah warga terdampak. Hingga Jumat malam, tercatat 112 orang dilaporkan hilang, 23 orang selamat, dan 9 orang meninggal dunia. Proses pencarian terhadap 80 orang lainnya masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii menjelaskan, longsoran berasal dari lereng kaki Gunung Burangrang yang runtuh akibat hujan deras berkepanjangan dan terbawa aliran air ke kawasan permukiman. Kondisi tanah yang masih labil dan jenuh air membuat proses evakuasi dilakukan secara bertahap dan penuh kehati-hatian.

“Hari ini kami mulai menggunakan alat berat secara selektif di beberapa sektor untuk mempercepat pencarian korban, dengan tetap mengutamakan keselamatan,” ujar Syafii.

Pemerintah menegaskan penanganan bencana dilakukan secara terkoordinasi dengan mengedepankan keselamatan warga dan petugas, sekaligus menyiapkan langkah pemulihan dan penataan wilayah terdampak secara berkelanjutan.