Normalisasi Sungai Air Dingin Dikebut, Menteri PU Pastikan Irigasi dan Air Bersih Aman

0
36
Foto: Kementerian PU

(Vibizmedia – Padang) Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung penanganan tanggap darurat banjir Sungai Air Dingin di Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (29/1). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan percepatan normalisasi sungai berjalan optimal serta memulihkan fungsi irigasi dan penyediaan air bagi masyarakat terdampak.

Dalam peninjauan tersebut, Menteri Dody menegaskan bahwa penanganan Sungai Air Dingin harus dilakukan secara cepat dan intensif mengingat dampaknya terhadap aktivitas warga dan sektor pertanian. Ia meminta agar proses normalisasi dipercepat, termasuk dengan penerapan sistem kerja 24 jam jika diperlukan.

“Kita percepat penyelesaiannya. Normalisasi sungai harus segera tuntas. Jika dibutuhkan, penyedia jasa diminta bekerja 24 jam,” tegasnya.

Menteri Dody juga menekankan pentingnya melibatkan masyarakat terdampak melalui program padat karya agar mata pencaharian warga tetap berjalan, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, mata pencaharian masyarakat tidak boleh terputus. Karena itu perlu dipikirkan program padat karya, sehingga warga tetap memiliki penghasilan, misalnya saat tahapan pemasangan bronjong,” ujar Menteri Dody.

Hingga saat ini, perbaikan alur Sungai Air Dingin telah dilakukan sepanjang 2.439 meter, disertai perkuatan tebing sepanjang 1.916 meter guna melindungi Bendung Koto Tuo serta mengendalikan sedimen dan material kayu. Penanganan juga dilengkapi dengan penerapan desain sand pocket dan groundsill untuk mengatur aliran serta menjaga stabilitas dasar sungai.

Dalam konteks ketahanan pangan, Menteri Dody menegaskan bahwa ketersediaan air irigasi menjadi prioritas menjelang musim tanam. Meskipun luas sawah di kawasan tersebut sekitar 700 hektare, ia menegaskan kewajiban Kementerian PU untuk memastikan pasokan air tetap terpenuhi.

“Saya tidak ingin sawah yang masih produktif justru kekurangan air saat musim tanam,” tegasnya.

Saat ini, suplai air telah dibantu melalui pompa sementara agar aliran air kembali masuk ke saluran irigasi sekaligus memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. “Air ini tidak hanya untuk sawah, tetapi juga untuk kebutuhan air bersih warga, sehingga harus segera kita pastikan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, Naryo Widodo, menyampaikan bahwa penanganan tanggap darurat Sungai Air Dingin ditargetkan rampung dalam waktu sekitar tiga bulan. Pekerjaan didukung berbagai alat berat dan material yang telah disiagakan di lapangan, seperti excavator, dump truck, geobag, bronjong, dan jumbo bag.

“Penanganan ini diharapkan dapat memulihkan fungsi sungai, menjamin pasokan air irigasi dan air bersih, serta mengurangi risiko banjir susulan di wilayah Sungai Air Dingin,” jelas Naryo.