Hadapi Dinamika Global, Kemendag Perkuat Perdagangan Dalam Negeri dan Ekspor

0
58
Foto: Kemendag

(Vibizmedia – Jakarta) Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan komitmen Kementerian Perdagangan untuk terus memperkuat kinerja perdagangan Indonesia di tengah dinamika dan tantangan perdagangan global. Upaya tersebut ditempuh melalui penguatan aktivitas perdagangan di pasar domestik sekaligus perluasan akses ke pasar internasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Mendag Budi Santoso dalam dialog kebijakan Indonesia Economic Summit 2026 yang berlangsung di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (3/2). Dalam kesempatan itu, Mendag didampingi Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan serta Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Perdagangan Kemendag Johni Martha.

Menurut Mendag, kondisi perdagangan saat ini dihadapkan pada berbagai dinamika, baik dari sisi global maupun domestik. Pasar internasional menghadirkan tantangan yang kian kompleks, sementara di dalam negeri diperlukan peningkatan daya saing produk lokal agar mampu mengisi pasar domestik sekaligus mendorong ekspor.

Sebagai respons atas dinamika tersebut, Kemendag menjalankan sejumlah program prioritas yang mendukung kinerja perdagangan nasional, mencakup penguatan perdagangan dalam negeri dan luar negeri. Di pasar domestik, Kemendag terus mendorong pelaku usaha meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing dan mendominasi pasar nasional. Dengan daya saing yang kuat, produk dalam negeri diharapkan mampu menahan laju produk impor.

Kemendag juga memfasilitasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk masuk ke ritel modern melalui berbagai kegiatan penjajakan bisnis. Saat ini, sekitar 80 persen produk yang mengisi ritel modern berasal dari UMKM, yang mencerminkan meningkatnya daya saing produk lokal.

Selain itu, pemerintah mendorong konsumsi produk dalam negeri melalui sejumlah program belanja nasional. Sepanjang 2025, program EPIC Sale mencatat transaksi hampir Rp55 triliun, Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) sebesar Rp36,4 triliun, serta BINA Great Sale Indonesia 2025 mencapai Rp31 triliun.

Di sisi perdagangan luar negeri, Kemendag berhasil menuntaskan lima perjanjian dagang sepanjang 2025, yakni Indonesia–Uni Eropa CEPA, Indonesia–Canada CEPA, Indonesia–Peru CEPA, Indonesia–EAEU FTA, serta Indonesia–Tunisia PTA. Secara keseluruhan, saat ini terdapat 20 perjanjian dagang yang telah diimplementasikan, 15 dalam proses ratifikasi, dan 11 lainnya masih dalam tahap perundingan.

Fasilitasi ekspor bagi UMKM juga diperkuat melalui dukungan 46 perwakilan dagang RI di 33 negara. Melalui program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor, sebanyak 1.217 pelaku usaha mengikuti business matching sepanjang 2025 dengan total transaksi mencapai USD 134,87 juta. Pemerintah menegaskan komitmennya agar pelaku usaha menengah dan kecil turut menjadi bagian dari ekosistem ekspor nasional.

Upaya pengembangan ekspor juga menjangkau wilayah perdesaan melalui program Desa BISA Ekspor, dengan 741 desa terkurasi sebagai desa siap ekspor sepanjang 2025. Sementara itu, program Campuspreneur memfasilitasi mahasiswa dan pelaku usaha untuk mempelajari kegiatan ekspor melalui magang di kantor Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di luar negeri.

CEO Indonesian Business Council (IBC) Sofyan A. Djalil mengapresiasi terselenggaranya dialog kebijakan tersebut sebagai ruang komunikasi terbuka antara pemerintah dan pemangku kepentingan. Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama perwakilan kementerian, dunia usaha, asosiasi, dan akademisi, serta ditutup dengan penyerahan policy brief dari IBC kepada Menteri Perdagangan.