Sektor IKFT Siap Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

0
66
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (Foto: Kemenperin)

 

(Vibizmedia – Industri) Sektor industri pengolahan kembali menegaskan perannya sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan industri pengolahan menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dengan pertumbuhan yang relatif stabil dalam tiga tahun terakhir dan mencapai 5,30 persen pada 2025.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan capaian tersebut merupakan hasil ketahanan dan kinerja industri dalam negeri di tengah dinamika ekonomi global. Menurutnya, industri pengolahan secara konsisten menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi dibandingkan sektor lainnya.

Kontribusi signifikan industri pengolahan ditopang oleh kinerja positif sektor Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT). Sepanjang 2025, sektor IKFT tumbuh sebesar 5,11 persen, meningkat dibandingkan 4,21 persen pada tahun sebelumnya. Sektor ini menyumbang 3,87 persen terhadap PDB nasional, dengan kontribusi terbesar berasal dari subsektor industri kimia, farmasi, dan obat tradisional sebesar 1,83 persen.

Sekretaris Direktorat Jenderal IKFT Kemenperin, Sri Bimo Pratomo, menyebut pertumbuhan tersebut menunjukkan peran strategis IKFT sebagai penopang utama industri pengolahan nonmigas sekaligus penjaga momentum pertumbuhan industri nasional.

Kinerja positif IKFT didorong oleh sejumlah subsektor yang tumbuh signifikan. Subsektor industri kimia, farmasi, dan obat tradisional mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 8,35 persen, meningkat dari 5,86 persen pada 2024. Sementara itu, subsektor industri barang galian bukan logam tumbuh 6,16 persen, berbalik dari kontraksi 0,6 persen pada tahun sebelumnya.

Dari sisi perdagangan, sektor IKFT mencatat surplus neraca perdagangan sepanjang Januari–November 2025. Nilai ekspor mencapai USD 49,15 miliar, meningkat USD 6,26 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kontribusi terbesar berasal dari subsektor industri bahan kimia dan barang dari kimia dengan nilai ekspor USD 20,79 miliar. Ekspor industri kimia berbasis pertanian juga meningkat signifikan dari USD 6,25 miliar menjadi USD 9,25 miliar, disusul subsektor alas kaki yang naik dari USD 2 miliar menjadi USD 3 miliar.

Di sisi investasi, realisasi penanaman modal sektor IKFT pada Januari–September 2025 mencapai Rp142,15 triliun, meningkat dari Rp116,54 triliun pada periode yang sama 2024. Investasi terbesar tercatat pada subsektor industri bahan kimia dan barang dari kimia sebesar Rp58,4 triliun.

Optimisme terhadap sektor ini juga tercermin dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Januari 2026 yang berada pada level ekspansif 54,12. Kemenperin menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat daya saing industri melalui pendalaman struktur industri, industrialisasi berkelanjutan, serta percepatan substitusi impor dan peningkatan nilai tambah produk dalam negeri.