Ditopang Sentimen Asia, IHSG Rabu Siang Menguat Tajam ke Level 8.262

0
68

(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham, Rabu siang ini (11/2), terpantau menguat tajam 130,156 poin (1,60%) ke level 8.261,894 setelah dibuka naik ke level 8.172,546.

IHSG bergerak rally rebound di hari ketiga ke level 1,5 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias menguat dipimpin kembali Nikkei mengabaikan data penjualan retail AS yang di bawah estimasi, serta mencermati Wall Street yang semalam mixed namun Dow Jones menyentuh rekor.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini menguat 0,09% atau 15 poin ke level Rp 16.780, dengan dollar AS di pasar uang Asia umumnya melemah setelah agak melandai di sesi global sebelumnya; terkoreksi ke 1,5 minggu terendahnya oleh data retail sales AS yang dirilis mengecewakan.

Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.795, serta terpantau menguat di hari ketiga ke sekitar seminggu tertingginya.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 40,808 poin (0,50%) ke level 8.172,546. Sedangkan indeks LQ45 naik 0,980 poin (0,12%) ke level 830,420. Siang ini IHSG menguat 130,156 poin (1,60%) ke level 8.261,894. Sementara LQ45 terlihat naik 1,03% atau 8,570 poin ke level 838,010.

Tercatat saat ini sebanyak 531 saham naik, 153 saham turun dan 135 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed menguat, di antaranya Nikkei yang melejit 2,28%, dan Hang Seng yang naik 0,43%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bergerak rally rebound di hari ketiga, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias menguat mengabaikan data penjualan retail AS yang di bawah estimasi, serta mengikuti Dow Jones yang dalam rekor semalam.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan bertahan di zona hijau, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 8.596 dan 9.058. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7,742 dan bila tembus ke level 7,481.

 

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group