Investasi Raksasa Semikonduktor Dorong Transformasi Industri Teknologi Indonesia

0
43
Foto: Kemenko Ekon

(Vibizmedia – Washington DC) Dalam agenda kunjungan kerja ke Amerika Serikat, Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tahap awal pengembangan ekosistem semikonduktor senilai USD 4,89 miliar di Washington, D.C., Rabu (18/02). Proyek ini memiliki peluang tambahan investasi hingga USD 26,7 miliar dan menjadi langkah nyata Indonesia dalam memperkuat peran di rantai pasok teknologi global serta mempercepat peralihan menuju industri bernilai tambah tinggi.

Kolaborasi tersebut melibatkan Proyek Strategis Nasional yang dijalankan PT Galang Batang Kawasan Ekonomi Khusus (GBKEK) sebagai mitra dari Indonesia, bersama perusahaan Amerika Serikat Essence Global Group, LLC. dan Tynergy Technology Corp sebagai pengembang teknologi.

Menko Airlangga menegaskan bahwa pembangunan ekosistem semikonduktor merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperdalam struktur industri sekaligus meningkatkan daya saing dalam rantai nilai global. Indonesia diarahkan tidak lagi sekadar menjadi pasar bagi produk teknologi, tetapi juga sebagai pusat produksi dan pengembangan teknologi strategis.

Investasi ini diproyeksikan menciptakan sekitar 5.000 lapangan kerja terampil, sekaligus mempercepat alih teknologi dan peningkatan kapasitas SDM nasional. Fokus pengembangan mencakup bidang rekayasa, manufaktur wafer, teknologi material canggih, serta sistem energi generasi baru yang memberikan nilai tambah tinggi dan dampak jangka panjang bagi industri nasional.

Ruang lingkup kerja sama meliputi pembangunan fasilitas manufaktur, pengembangan proyek energi terbarukan dan industri hijau, program peningkatan kompetensi tenaga kerja, strategi penciptaan lapangan kerja, serta riset dan pengembangan teknologi mutakhir secara kolaboratif.

Mitra dari Amerika Serikat memiliki keunggulan dalam teknologi plasmonik inovatif untuk produksi wafer ingot dan sel surya, serta pengembangan amplifikasi energi canggih, termasuk teknologi penyalaan fusi dan berbagai sumber energi berkelanjutan generasi baru. Sinergi ini dinilai membuka akses Indonesia terhadap teknologi terdepan sekaligus memperkuat fondasi ekosistem inovasi nasional.

Menutup pernyataannya, Menko Airlangga menekankan bahwa MoU ini bukan semata investasi finansial, melainkan bagian dari reposisi strategis Indonesia dalam arsitektur industri global. Pemerintah berkomitmen menjadikan Indonesia bagian penting dari rantai nilai semikonduktor dunia, memperkuat kemandirian industri, dan meningkatkan daya saing dalam rantai pasok global.

Langkah tersebut menegaskan tekad pemerintah agar setiap kemitraan internasional menghadirkan manfaat konkret, mulai dari penciptaan lapangan kerja berkualitas, penguasaan teknologi, hingga percepatan transformasi ekonomi menuju industri berteknologi tinggi dan berkelanjutan.