Produk Drone Lokal Makin Canggih, Siap Dukung Berbagai Sektor Strategis

0
61
Foto: Kemenperin

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Perindustrian terus mempercepat transformasi teknologi di sektor industri guna meningkatkan daya saing sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu inovasi yang semakin luas diadopsi pelaku usaha adalah pemanfaatan pesawat nirawak (drone) untuk survei udara, pemetaan, analisis data, hingga kebutuhan kargo dan logistik.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) kini menjadi layanan penting di berbagai sektor seperti pertanian, perkebunan, kehutanan, pertambangan, dan energi karena mampu meningkatkan efisiensi produksi serta pengawasan lapangan melalui pemetaan yang akurat.

Drone banyak digunakan dalam survei pemetaan untuk menghasilkan informasi spasial yang menampilkan profil wilayah, potensi kawasan, kondisi demografi, hingga data penting lainnya secara daring, sehingga pengguna dapat memantau area secara detail dari udara.

Seiring perkembangan teknologi industri, semakin banyak pelaku industri kecil dan menengah (IKM) yang menyediakan layanan drone. Menperin mengapresiasi kemampuan IKM tersebut sebagai jembatan bagi pelaku industri, khususnya IKM lain, untuk mengadopsi teknologi canggih dalam proses produksi.

Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menyebutkan pihaknya secara konsisten membina IKM layanan drone agar mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, dan mengembangkan produk. Saat ini tercatat 24 IKM drone mendapatkan pendampingan, mulai dari penguatan internal hingga akses pasar.

Pada 5–6 Februari 2026, Ditjen IKMA mengunjungi sejumlah perusahaan drone binaan di Yogyakarta, antara lain CV AMX UAV Technologies, PT Inderaja Teknik Indonesia, PT Karya Solusi Angkasa, PT Aerotek Global Inovasi, dan PT Inovasi Solusi Transportasi Indonesia.

Pembinaan yang diberikan meliputi program Startup for Industry, pendampingan sertifikasi TKDN, fasilitasi SNI ISO 9001, serta partisipasi dalam berbagai pameran nasional dan internasional seperti Manufacturing Indonesia Series, TechPlanter Jepang, Gebyar IKMA, hingga China-BRICS Science and Innovation Incubation Park. Kegiatan tersebut membuka peluang jejaring, kolaborasi, serta pemahaman kebutuhan riil industri.

Beberapa IKM binaan telah menghasilkan produk unggulan. PT Inovasi Solusi Transportasi Indonesia, misalnya, memproduksi drone merek Frogs Indonesia mulai dari drone penumpang tanpa awak, penyemprot, pengawas, kargo, hingga pemetaan yang telah digunakan di lebih dari 21 provinsi dan 61 kabupaten/kota. PT Karya Solusi Angkasa fokus pada drone pertanian berbahan karbon komposit yang dapat dioperasikan manual maupun otomatis serta tahan kondisi lapangan.

Sementara itu, PT Aerotek Global Inovasi mengembangkan Beehive drones yang mampu mengumpulkan data analisis akurat, termasuk untuk penyerbukan kelapa sawit dan pemadaman kebakaran. PT Inderaja Teknik Indonesia unggul dalam teknologi penginderaan jauh untuk pemetaan udara, bawah air, hingga bawah tanah. Adapun CV AMX UAV Technologies memproduksi drone untuk kebutuhan fotografi udara, pemetaan kawasan industri, perencanaan tambang dan pipa gas, serta manajemen pertanian seperti analisis nutrisi dan kelembapan tanah.

Melalui pembinaan berkelanjutan, Kemenperin berharap ekosistem industri drone nasional semakin kuat dan mampu menyediakan solusi teknologi yang dapat langsung dimanfaatkan oleh pelaku industri maupun masyarakat luas.