Pendapatan Naik dan Belanja Akseleratif, APBN 2026 Jaga Momentum Pertumbuhan

0
48
Foto: Kemenkeu

(Vibizmedia – Jakarta) Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan bahwa realisasi APBN hingga 31 Januari 2026 menunjukkan kinerja yang kuat dan tetap stabil di tengah dinamika perekonomian. Pendapatan negara tercatat sebesar Rp172,7 triliun atau 5,5% dari target APBN, tumbuh positif 9,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year).

Kenaikan pendapatan ini didorong oleh penerimaan perpajakan yang solid serta mulai pulihnya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Secara khusus, pertumbuhan penerimaan pajak pada Januari melonjak signifikan hingga 30,7%.

Menurut Menkeu, hal tersebut mencerminkan perbaikan kondisi ekonomi sekaligus peningkatan efektivitas pengumpulan pajak oleh Direktorat Jenderal Pajak, yang diharapkan dapat berlanjut pada bulan-bulan berikutnya.

Dari sisi belanja, pemerintah melakukan percepatan realisasi dengan total pengeluaran mencapai Rp227,3 triliun atau 5,9% dari pagu APBN. Angka ini tumbuh 25,7% (yoy) dan diarahkan untuk mendukung program prioritas, menjaga daya beli masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi sejak awal tahun.

Sementara itu, defisit APBN per akhir Januari 2026 tercatat Rp54,6 triliun atau sekitar 0,21% dari Produk Domestik Bruto (PDB), masih berada dalam batas yang terkendali sesuai desain APBN 2026. Keseimbangan primer juga menunjukkan defisit yang relatif kecil, yakni Rp4,2 triliun, mencerminkan pengelolaan fiskal yang tetap hati-hati.

Untuk memenuhi kebutuhan anggaran, realisasi pembiayaan mencapai Rp105,1 triliun atau 15,2% dari target. Pembiayaan dilakukan secara terukur dan antisipatif guna menjaga likuiditas serta stabilitas pasar keuangan domestik.

Secara keseluruhan, APBN 2026 dinilai tetap berperan optimal sebagai peredam gejolak ekonomi sekaligus pendorong pertumbuhan. Pemerintah optimistis APBN akan terus menjaga stabilitas dan mendukung momentum pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang tahun 2026.