Koreksi Berkurang, IHSG Jumat Siang Melemah ke Level 8.209

0
95
Pasar Modal

(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham, Jumat siang ini (27/2), terpantau melemah 25,933 poin (0,31%) ke level 8.209,329 setelah dibuka turun ke level 8.140.920.

IHSG bergerak melanjutkan koreksi kemarin ke area sekitar 2 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed dengan Nikkei tertahan dari rekornya, serta mengikuti Wall Street yang berakhir dalam bias melemah.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,08% atau 14 poin ke level Rp 16.764, dengan dollar AS di pasar uang Asia turun setelah menguat perlahan di sesi global sebelumnya; agak menurun di antara penguatan yen Jepang serta estimasi pasar bahwa the Fed bulan depan akan mempertahankan suku bunganya.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.750, serta terpantau dalam koreksi terbatas dari posisi sebulan terkuatnya kemarin.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 94,342 poin (1,15%) ke level 8.140.920. Sedangkan indeks LQ45 turun 2,990 poin (0,36%) ke level 834,900. Siang ini IHSG melemah 25,933 poin (0,31%) ke level 8.209,329. Sementara LQ45 terlihat turun 0,56% atau 4,700 poin ke level 833,190.

Tercatat saat ini sebanyak 248 saham naik, 445 saham turun dan 265 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau variatif bias menguat, di antaranya Nikkei yang naik 0,16%, dan Hang Seng yang menanjak 0,75%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi kembali mendekati 2 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed dengan Nikkei tertahan dari rekornya, serta mengikuti Wall Street yang berakhir dalam bias melemah.

Berikutnya IHSG kemungkinan masih bias negatif, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 8.437 dan 8.596. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7,861 dan bila tembus ke level 7,712.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group