BMKG Deteksi Tiga Bibit Siklon, Waspada Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi

0
216
Hasil pantauan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) oleh BMKG, nampak bibit siklon tropis. (Sumber: BMKG)

(Vibizmedia – Jakarta) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi kemunculan tiga bibit siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia. Fenomena ini berpotensi meningkatkan curah hujan ekstrem, angin kencang, hingga gelombang tinggi di sejumlah daerah dalam beberapa hari ke depan.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan berdasarkan pemantauan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta hingga pukul 07.00 WIB, tiga sistem yang teridentifikasi yakni Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia selatan Banten–Jawa Barat, Bibit Siklon Tropis 93S di barat laut daratan Australia, serta Bibit Siklon Tropis 92P di Teluk Carpentaria selatan Papua Selatan.

Ia menegaskan pemantauan dilakukan secara intensif selama 24 jam. Masyarakat diimbau tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak tidak langsung seperti genangan dan angin kencang, serta hanya mengakses informasi dari kanal resmi BMKG guna menghindari hoaks.

Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menambahkan Bibit Siklon 90S berpeluang tinggi berkembang menjadi siklon tropis dalam 24–48 jam ke depan. Sementara 93S dan 92P berpeluang rendah untuk menguat, namun tetap dapat memengaruhi kondisi cuaca dan perairan Indonesia.

Menurutnya, kemunculan tiga sistem tersebut meningkatkan gradien tekanan udara yang memperkuat angin permukaan serta memicu pemusatan massa udara. Kondisi ini didukung suhu muka laut yang hangat di perairan selatan dan timur Indonesia, serta terbentuknya zona pertemuan angin dari Bali hingga Nusa Tenggara Timur.

Dampaknya, potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT. Angin kencang juga berpotensi melanda sejumlah wilayah, termasuk Lampung, Maluku, Sulawesi Selatan, serta pesisir selatan Papua Selatan.

Plh Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, menyampaikan peningkatan kecepatan angin turut berdampak pada tinggi gelombang. Gelombang kategori sedang hingga tinggi (1,25–2,5 meter) berpotensi terjadi di Laut Flores, Laut Banda, Selat Sunda, dan Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai.

Sementara gelombang tinggi (2,5–4 meter) berpotensi muncul di Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, perairan selatan Banten sampai Bali, Laut Sawu, selatan NTB dan NTT, serta Laut Arafura.

BMKG memastikan akan terus memantau perkembangan ketiga bibit siklon tersebut dan memperbarui informasi secara berkala. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, serta mengantisipasi dampak hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor di wilayah rawan.

Nelayan dan pengguna transportasi laut juga diminta memperhatikan prakiraan tinggi gelombang sebelum berlayar. Informasi cuaca terkini dapat diakses melalui kanal resmi Info BMKG dan laman tropicalcyclone.bmkg.go.id.