Mudik Gratis Lewat Laut, Pendaftaran Tiket Dibuka Mulai 6 Maret 2026

0
86
Foto udara sejumlah kapal penumpang antarpulau yang bersandar di Pelabuhan Pangkalan Perahu, Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (28/2/2026). Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menyiapkan sekitar 7.800 tiket angkutan laut gratis bagi masyarakat di wilayah kepulauan untuk mendukung kelancaran arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah. (Foto: Info Publik)

(Vibizmedia – Jakarta) Pemerintah kembali menyediakan program tiket kapal laut gratis bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026. Melalui Kementerian Perhubungan, sebanyak 69.232 tiket disiapkan untuk berbagai rute pelayaran di wilayah kepulauan Indonesia.

Program yang dikelola Direktorat Jenderal Perhubungan Laut ini mulai membuka pendaftaran pada 6 Maret 2026. Tiket gratis tersebut mencakup 97 ruas trayek yang menghubungkan berbagai wilayah, mulai dari Aceh hingga Papua.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud mengatakan program ini merupakan upaya pemerintah agar masyarakat dapat merayakan Idulfitri bersama keluarga tanpa terbebani biaya transportasi.

“Program tiket gratis ini merupakan wujud kehadiran negara bagi masyarakat yang ingin merayakan Lebaran bersama keluarga. Kami ingin memastikan tidak ada warga yang terhalang pulang kampung karena biaya transportasi laut,” ujar Masyhud di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Program ini difokuskan pada rute-rute strategis yang banyak digunakan masyarakat di daerah kepulauan. Sejumlah jalur pelayaran dengan kapasitas besar disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang saat arus mudik.

Di kawasan timur Indonesia, tersedia rute seperti Sorong–Waisai dengan kapasitas hingga 1.600 penumpang serta Jayapura–Biak yang mampu mengangkut sekitar 700 penumpang. Jalur ini menjadi salah satu penghubung penting mobilitas masyarakat di Papua dan Papua Barat.

Sementara di wilayah Maluku dan Sulawesi, sejumlah rute yang dilayani antara lain Ambon–Namlea, Ambon–Bula, Kendari–Raha, hingga Kendari–Baubau.

Adapun di wilayah barat dan tengah Indonesia, rute Banda Aceh–Sabang dengan kapasitas 1.250 penumpang menjadi salah satu jalur yang banyak diminati. Selain itu terdapat pula rute Gresik–Bawean, Kalianget–Kangean, Jangkar–Raas, hingga jalur Lembar–Surabaya dan Balikpapan–Parepare.

Menurut Masyhud, penentuan rute dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah yang akses transportasinya masih terbatas.

“Kami memilih rute yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, terutama di daerah kepulauan yang mobilitasnya sangat bergantung pada transportasi laut,” jelasnya.

Untuk menjalankan program ini, pemerintah bekerja sama dengan lima operator pelayaran nasional, yaitu PT Belibis Papua Mandiri, PT Pelayaran Dharma Indah, PT Pelayaran Sakti Inti Makmur, PT Dharma Lautan Utama, serta PT Jembatan Nusantara.

Masing-masing operator melayani rute yang berbeda dengan mekanisme pendaftaran yang dapat diakses langsung oleh masyarakat.

PT Pelayaran Dharma Indah menjadi operator dengan cakupan rute terbanyak, yakni 54 ruas trayek. Sementara PT Belibis Papua Mandiri melayani 22 ruas, PT Pelayaran Sakti Inti Makmur 18 ruas, PT Dharma Lautan Utama dua ruas, dan PT Jembatan Nusantara satu ruas.

Pendaftaran tiket gratis dibuka mulai 6 Maret 2026 hingga kuota habis atau sampai batas waktu keberangkatan yang ditetapkan masing-masing operator.

Calon penumpang cukup menyiapkan identitas diri seperti KTP, SIM, atau Kartu Keluarga. Dalam satu kali pendaftaran, masyarakat dapat mendaftarkan maksimal empat penumpang dalam satu keluarga.

Pemerintah juga menegaskan bahwa tiket gratis ini tidak boleh diperjualbelikan atau dipindahtangankan kepada pihak lain. Selain itu, penumpang dilarang membawa barang berbahaya maupun minuman keras ke dalam kapal.

Selain mempermudah akses mudik, pemerintah juga memastikan aspek keselamatan pelayaran menjadi prioritas selama masa Angkutan Laut Lebaran. Setiap kapal yang terlibat dalam program ini telah melalui pemeriksaan kelaikan oleh otoritas pelabuhan setempat guna menjamin keamanan perjalanan.

Pemerintah berharap program ini dapat membantu masyarakat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman, sekaligus mengurangi potensi kepadatan transportasi di jalur darat maupun udara selama periode Lebaran.