Akses Trenggalek–Ponorogo Terbuka Usai Longsor, Mobilitas dan Ekonomi Warga Pulih

0
187
Penanganan cepat terhadap longsor yang menutup Ruas Jalan Nasional Trenggalek–Ponorogo. (Foto: Humas Kemen PU)

(Vibizmedia – Nasional) Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali bergerak cepat menangani longsor yang menutup Ruas Jalan Nasional Trenggalek–Ponorogo di KM 16, Dusun Pacar, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek.

Longsor terjadi pada Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 17.30 WIB setelah wilayah Kecamatan Tugu diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi sejak pukul 14.30 WIB. Material longsoran berupa batu berukuran besar dari tebing menutup seluruh badan jalan sehingga sempat memutus akses kendaraan roda dua maupun roda empat.

Merespons kejadian tersebut, BBPJN Jawa Timur–Bali melalui tim PPK 2.3 Provinsi Jawa Timur langsung menurunkan personel dan alat berat untuk membersihkan material longsor. Penanganan difokuskan pada pemecahan batu berukuran besar dengan estimasi volume sekitar 68 meter kubik.

Sebanyak empat unit alat berat dikerahkan dalam proses penanganan, terdiri dari satu unit breaker, dua unit ekskavator, dan satu unit loader. Batu besar terlebih dahulu dipecah menggunakan breaker sebelum serpihannya diangkut menggunakan ekskavator dan loader agar badan jalan dapat segera dibuka.

Kepala BBPJN Jawa Timur–Bali Javid Hurriyanto menjelaskan proses penanganan dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan karena masih terdapat potensi guguran batu dari tebing di sekitar lokasi.

“Penanganan dilakukan dengan memprioritaskan pemecahan batu besar terlebih dahulu menggunakan breaker. Setelah material terpecah, baru dilakukan pengangkutan agar badan jalan bisa segera dibuka,” ujar Javid.

Dari hasil pemeriksaan lapangan, struktur tembok penahan tanah di lokasi longsor dipastikan tidak mengalami kerusakan struktural akibat pergerakan tanah. Kerusakan yang terjadi hanya berupa retakan akibat benturan material batu.

Berkat percepatan penanganan yang dilakukan, akses jalan kini sudah dapat dilalui secara terbatas. Meski demikian, pengguna jalan diimbau tetap berhati-hati karena proses pembersihan material dan pengamanan lereng masih terus berlangsung.

Kementerian PU juga berkoordinasi dengan BPBD Trenggalek, TRC-PB Multisektor, TNI, Polri, serta masyarakat setempat untuk melakukan asesmen lokasi dan pengaturan lalu lintas, termasuk menyiapkan jalur alternatif bagi pengguna jalan.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa menjaga konektivitas menjadi prioritas utama pemerintah dalam situasi darurat bencana, mengingat peran strategis jalan dan jembatan sebagai penggerak aktivitas masyarakat dan distribusi logistik.

“Konektivitas adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Dalam kondisi bencana, yang terpenting adalah memastikan akses tetap terbuka agar mobilitas warga, bantuan kemanusiaan, dan distribusi logistik tidak terhenti,” kata Menteri PU.

Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk menjaga konektivitas jaringan jalan nasional serta memastikan setiap gangguan infrastruktur akibat bencana dapat ditangani secara cepat agar mobilitas masyarakat segera kembali normal.