BNPB Catat Sejumlah Bencana di Berbagai Daerah, Banjir dan Cuaca Ekstrem Dominasi Awal Maret

0
80
Banjir
Kondisi banjir di wilayah Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Jumat, 6 Maret 2026. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode Jumat (6/3) pukul 07.00 WIB hingga Sabtu (7/3) pukul 07.00 WIB. Berdasarkan data yang dihimpun, kejadian bencana didominasi oleh banjir, cuaca ekstrem, serta angin kencang di sejumlah provinsi.

Banjir terjadi di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, pada Jumat (6/3) yang menyebabkan sekitar 444 kepala keluarga terdampak dan satu orang dilaporkan hilang. Hingga saat ini banjir berangsur surut dan proses evakuasi warga masih terus dilakukan.

Banjir juga melanda Kota Bandar Lampung pada hari yang sama yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya dilaporkan hilang. Pendataan korban terdampak masih berlangsung.

Di Kota Cilegon, Provinsi Banten, banjir pada Jumat (6/3) berdampak pada 180 kepala keluarga atau sekitar 370 jiwa. Hingga kini air masih menggenangi sebagian permukiman warga.

Sementara itu di Provinsi Jawa Barat, bencana gerakan tanah terjadi di Kabupaten Sukabumi pada Jumat (6/3). Peristiwa ini berdampak pada 134 kepala keluarga atau sekitar 475 jiwa. Sebanyak 120 kepala keluarga atau 407 jiwa terpaksa mengungsi. Kerusakan tercatat pada 70 unit rumah rusak berat, 26 unit rusak sedang, dan 18 unit rusak ringan. Tim di lapangan masih melakukan pendataan dan asesmen lanjutan.

Angin puting beliung juga terjadi di Kabupaten Bandung Barat yang menyebabkan sekitar 85 kepala keluarga atau 267 jiwa terdampak dengan 85 unit rumah mengalami kerusakan. Kondisi terkini dilaporkan telah kondusif.

Cuaca ekstrem juga melanda Kabupaten Pangandaran yang berdampak pada 66 kepala keluarga atau 204 jiwa. Kerusakan tercatat pada 21 unit rumah rusak ringan dan 30 unit rumah rusak sedang. Sebagian besar bangunan yang terdampak telah diperbaiki secara gotong royong oleh warga.

Kejadian serupa juga dilaporkan di Kabupaten Karawang yang berdampak pada 17 kepala keluarga atau 53 jiwa. Sebanyak 17 unit rumah terdampak, terdiri dari 14 unit rusak ringan dan tiga unit rusak sedang. Saat ini perbaikan rumah warga masih berlangsung.

Di Provinsi Jawa Tengah, cuaca ekstrem terjadi di Kabupaten Batang pada Jumat (6/3) yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia serta berdampak pada 75 kepala keluarga atau 290 jiwa. Kerusakan tercatat pada 57 unit rumah rusak ringan, 10 unit rumah rusak sedang, dan enam unit rumah rusak berat. Hingga kini jaringan listrik dan komunikasi di beberapa wilayah masih mengalami kendala.

Angin kencang juga terjadi di Kota Pekalongan yang berdampak pada sekitar 12 kepala keluarga dengan 12 unit rumah terdampak. Kejadian serupa terjadi di Kabupaten Cilacap yang berdampak pada sekitar 22 kepala keluarga atau 59 jiwa dengan sekitar 20 unit rumah mengalami kerusakan ringan.

Cuaca ekstrem juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Brebes dan Kabupaten Purbalingga yang masing-masing berdampak pada 38 kepala keluarga dan 93 kepala keluarga dengan kerusakan rumah dalam berbagai kategori.

Selain itu, tanah longsor terjadi di Kabupaten Brebes yang berdampak pada sekitar 176 kepala keluarga atau 546 jiwa. Sebanyak 142 jiwa mengungsi dan 143 rumah terdampak, terdiri dari 52 rumah rusak berat dan 91 rumah rusak sedang. Saat ini layanan dapur umum dan pelayanan kesehatan masih diberikan kepada para pengungsi.

Di wilayah lain, banjir lahar terjadi di Kabupaten Magelang yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia, sekitar lima orang mengalami luka ringan, dan dua orang masih dalam pencarian. Kejadian ini juga berdampak pada sekitar 14 kepala keluarga dengan 14 unit rumah rusak ringan.

Banjir juga dilaporkan melanda Kabupaten Klaten yang berdampak pada 2.020 kepala keluarga atau sekitar 4.453 jiwa. Sebanyak 33 jiwa mengungsi dan 1.565 rumah terdampak. Saat ini pemerintah daerah melakukan pembangunan tanggul sementara pada tanggul yang jebol.

Di Provinsi Jawa Timur, angin kencang terjadi di Kabupaten Sampang yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia serta kerusakan pada satu unit rumah. Selain itu, banjir juga melanda Kabupaten Probolinggo yang berdampak pada sekitar 142 kepala keluarga serta Kabupaten Situbondo yang berdampak pada sekitar 50 kepala keluarga. Di beberapa wilayah genangan air dilaporkan telah berangsur surut.

Sementara itu di Provinsi Kalimantan Selatan, cuaca ekstrem terjadi di Kabupaten Banjar yang berdampak pada sekitar 65 kepala keluarga atau 202 jiwa dengan 64 rumah terdampak. Kondisi saat ini dilaporkan relatif aman dan terkendali.

BNPB juga memantau kejadian kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Tengah. Hingga Kamis (5/3), total luasan lahan terbakar tercatat sekitar 272,90 hektare dengan penambahan sekitar 4,82 hektare pada hari yang sama.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Masyarakat diharapkan memantau prakiraan cuaca secara berkala, menjaga kondisi lingkungan sekitar tetap aman, serta segera melaporkan kejadian darurat kepada BPBD setempat.

Selain itu, pemerintah daerah bersama BPBD diminta memastikan kesiapan personel, peralatan, serta jalur evakuasi agar respons penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi apabila terjadi kondisi kedaruratan di lapangan.