BNPB Catat Sejumlah Bencana di Berbagai Daerah, Didominasi Banjir dan Cuaca Ekstrem

0
70
Banjir
Banjir yang merendam wilayah Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta, Minggu, 8 Maret 2026. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam kurun waktu 8 Maret 2026 pukul 07.00 WIB hingga 9 Maret 2026 pukul 07.00 WIB. Berdasarkan laporan yang diterima, kejadian yang berdampak signifikan didominasi oleh banjir dan cuaca ekstrem.

Cuaca ekstrem dilaporkan terjadi di Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur, pada Minggu (8/3) sekitar pukul 14.00 WIB. Peristiwa yang disertai hujan lebat dan angin kencang ini menerjang satu desa dan dua kelurahan yang tersebar di 10 kecamatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan melaporkan satu orang warga meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka ringan. Hingga kini, kerugian material masih dalam proses pendataan oleh petugas BPBD di lapangan.

Di wilayah Jakarta dan sekitarnya, hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Sabtu (7/3) hingga Minggu (8/3) juga memicu banjir di sejumlah titik di Daerah Khusus Jakarta. BPBD setempat mencatat sebanyak 23 kelurahan di tiga kecamatan terdampak banjir. Akibatnya, 122 jiwa terpaksa mengungsi sementara waktu ke lokasi yang lebih aman. Namun, berdasarkan pemantauan pada Minggu (8/3), genangan air di sejumlah ruas jalan dan permukiman warga mulai berangsur surut.

Merespons banjir yang terjadi di Jakarta, BNPB telah menyalurkan berbagai bantuan kepada warga terdampak, antara lain bantuan sembako serta kebutuhan nonpangan seperti selimut dan matras. Selain itu, BNPB juga melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) guna mengurangi potensi curah hujan berintensitas tinggi di wilayah Jabodetabek.

Cuaca ekstrem juga dilaporkan terjadi di Kota Tangerang, Provinsi Banten, setelah hujan lebat disertai angin kencang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (7/3) hingga Minggu (8/3). Kondisi tersebut memicu banjir di sejumlah titik di 10 kecamatan. BPBD Kota Tangerang mencatat sebanyak 80 kepala keluarga (KK) mengungsi sementara waktu. Hingga Minggu pagi (8/3), genangan air masih terpantau terjadi di sekitar kawasan Perumahan Metro.

Masih di Provinsi Banten, banjir juga melanda Kota Tangerang Selatan pada Minggu (8/3) sekitar pukul 01.32 WIB. Empat kelurahan di dua kecamatan terdampak peristiwa tersebut dengan total 1.118 kepala keluarga terdampak. Meski demikian, pada hari yang sama BPBD melaporkan bahwa kondisi banjir di wilayah tersebut telah berangsur surut.

Sementara itu, bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Sabtu (7/3) pukul 14.30 WIB di Desa Kotawaringin Hulu, Kecamatan Kotawaringin Lama ini menghanguskan lahan seluas sekitar 2,5 hektare. Tidak ada laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang masih mungkin terjadi. Masyarakat juga diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin puting beliung yang kerap muncul pada masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

Selain itu, di sejumlah provinsi yang rawan kebakaran hutan dan lahan, langkah pencegahan dini dinilai sangat penting untuk meminimalkan risiko karhutla. Berdasarkan prakiraan cuaca, potensi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi di beberapa wilayah Indonesia pada 9 hingga 10 Maret 2026.

Terkait potensi karhutla, Pemerintah Provinsi Riau juga diharapkan dapat mengoptimalkan upaya pencegahan dini. Hal ini mengingat tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah di wilayah tersebut saat ini berada pada kategori sangat mudah terbakar.