Presiden Prabowo Berdialog dengan Warga dari Berbagai Daerah Saat Peresmian 218 Jembatan

0
43
Kepala Daerah
Presiden Prabowo Subianto melakukan dialog langsung dengan para kepala daerah, aparat, dan masyarakat dari berbagai wilayah melalui konferensi video dari kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 9 Maret 2026. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Prabowo Subianto melakukan dialog langsung dengan para kepala daerah, aparat, dan masyarakat dari berbagai wilayah saat meresmikan 218 jembatan di Indonesia. Kegiatan tersebut digelar secara hybrid melalui konferensi video dari Hambalang pada Senin (9/3/2026).

Dalam kesempatan itu, Presiden mendengarkan laporan perkembangan pembangunan jembatan sekaligus berbincang dengan masyarakat yang kini merasakan langsung manfaat infrastruktur tersebut. Dialog berlangsung dengan sejumlah wilayah, antara lain Sumatra Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, hingga Kabupaten Nias Selatan.

Presiden menekankan bahwa pembangunan jembatan bertujuan mempermudah mobilitas masyarakat, terutama anak-anak sekolah yang sebelumnya harus menempuh perjalanan jauh dan berisiko.

“Terima kasih semua pejabat yang hadir. Pejabat pemerintah daerah, pejabat kepolisian, militer, terima kasih. Saya titip saja teruskan pekerjaan ini. Ini sangat penting untuk rakyat kita dan ini juga membuktikan kepedulian negara, kepedulian pemerintah pusat terhadap kondisi rakyat di mana pun,” ujar Presiden.

Dalam dialog tersebut, Presiden juga berbincang dengan sejumlah siswa dari Nias Selatan yang sebelumnya viral di media sosial karena harus menyeberangi sungai untuk pergi ke sekolah. Kini, setelah jembatan dibangun, para siswa dapat bersekolah dengan lebih aman dan mudah.

Salah satu siswa, Yamisa Zebua, menyampaikan keinginannya untuk melanjutkan pendidikan di bidang kedokteran. Namun ia mengaku terkendala biaya pendidikan. Mendengar hal tersebut, Presiden langsung memberikan dukungan.

“Ya sudah, nanti kamu dites ya,” ujar Presiden kepada siswa tersebut.

Presiden menegaskan bahwa pembangunan jembatan bukan sekadar proyek infrastruktur fisik, tetapi bagian dari upaya memastikan masa depan generasi muda Indonesia. Menurutnya, akses yang lebih aman menuju sekolah akan membantu anak-anak memperoleh pendidikan yang lebih baik.

“Anak-anak kita adalah kekayaan kita yang paling berharga. Kita harus jamin mereka bisa sekolah dengan baik, kondisi mereka baik. Jembatan-jembatan ini akan membantu kehidupan masyarakat dan meringankan beban hidup mereka,” kata Presiden.

Di wilayah Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, sebuah jembatan gantung yang telah selesai dibangun juga memberikan dampak signifikan bagi masyarakat. Anak-anak sekolah yang sebelumnya harus berjalan memutar hingga satu jam kini dapat mencapai sekolah hanya dalam waktu sekitar lima menit.

Mendengar laporan tersebut, Presiden menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan, termasuk pemerintah daerah, aparatur sipil negara, TNI, dan kepolisian.

Presiden juga menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menjalankan program pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.

“Kita harus jadi satu, kita adalah satu bangsa Indonesia, kita adalah satu keluarga besar. Tidak boleh ada yang merasa lebih dari yang lain. Tidak ada yang boleh merasa bisa menang sendiri. Kita semua satu keluarga. Seluruh bangsa Indonesia adalah satu keluarga besar. Kalau ada satu yang susah, semua merasakan. Kalau ada satu desa yang menderita, seluruh rakyat merasakan,” tegas Presiden.

Menutup dialog tersebut, Presiden menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang bekerja keras di lapangan dan berharap pembangunan jembatan di berbagai daerah dapat terus dilanjutkan agar semakin banyak masyarakat merasakan manfaatnya.

“Sampaikan penghormatan saya kepada semua unsur yang bekerja keras. Mudah-mudahan pada saat selesai, nanti saudara-saudara juga akan melaporkan kepada saya pada saat selesai. Terima kasih,” tutur Presiden.