Resmikan 218 Jembatan di Seluruh Indonesia, Presiden: Dorong Akses dan Ketahanan Infrastruktur

0
70
Jembatan
Presiden Prabowo Subianto meresmikan 218 jembatan di berbagai wilayah di Indonesia yang digelar secara hybrid melalui konferensi video dari kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 9 Maret 2026. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Prabowo Subianto meresmikan 218 jembatan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia melalui acara yang digelar secara hybrid dari kediaman pribadinya di Hambalang pada Senin (9/3/2026). Peresmian ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur dasar, khususnya di daerah terdampak bencana dan wilayah yang membutuhkan akses transportasi lebih baik.

Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa kondisi geografis Indonesia menyimpan potensi sekaligus risiko bencana alam yang tinggi. Hal tersebut menuntut kesiapsiagaan pemerintah dalam membangun infrastruktur yang kuat dan berkelanjutan.

“Kita sadar bahwa negara kita berada di suatu lingkaran penuh dengan potensi bencana. Dikatakan dari segi geologis kita berada di lingkaran api, the ring of fire, di mana terdapat banyak gunung berapi. Hal ini juga membuat negara kita kaya dengan mineral penting dan tanah yang subur. Tetapi dari waktu ke waktu kita harus siap menghadapi bencana-bencana alam,” ujar Presiden.

Presiden menilai pembangunan ratusan jembatan dalam waktu relatif singkat merupakan pencapaian yang patut diapresiasi. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan kesungguhan berbagai pihak, terutama prajurit TNI dan para petugas di daerah yang bekerja langsung di lapangan.

“Acara hari ini peresmian 218 jembatan yang telah dilaksanakan dalam waktu 2,5 bulan adalah suatu prestasi yang menurut hemat saya adalah prestasi luar biasa. Prestasi ini menunjukkan kesungguhan hati dari seluruh prajurit TNI dan petugas di daerah-daerah yang terkena bencana maupun daerah lain yang sangat memerlukan jembatan-jembatan ini,” ucap Presiden.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat Maruli Simanjuntak dalam laporannya menjelaskan bahwa pembangunan jembatan merupakan bagian dari program percepatan pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan oleh jajaran TNI AD. Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini pembangunan jembatan telah dilakukan di lebih dari seribu titik di seluruh Indonesia.

“Izin melaporkan tentang jembatan, pada saat ini kita sudah mulai mengerjakan di 1.072 jembatan, dan 218 sudah selesai,” ungkap Maruli saat melaporkan dari Desa Lhok Kuyuen, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.

Maruli juga menyoroti dampak langsung pembangunan jembatan terhadap akses pendidikan masyarakat, terutama bagi anak-anak sekolah di daerah terpencil. Selain itu, TNI AD juga memprioritaskan pembangunan jembatan di wilayah terdampak bencana. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan, terdapat ratusan jembatan yang membutuhkan penanganan segera.

“Khususnya untuk di daerah bencana Pak, kami sudah mensurvei ada 480 jembatan dan kemungkinan ini juga akan terus bertambah. Kami sudah menyelesaikan 145 jembatan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Maruli turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran pemerintah yang telah membantu proses koordinasi lintas kementerian. Ke depan, TNI AD menargetkan percepatan pembangunan jembatan di berbagai daerah dapat terus dilakukan agar kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat segera terpenuhi.

“Kami berharap target di bulan Agustus jembatan bisa selesai, sekolah di bulan Oktober selesai di daerah bencana. Sedangkan untuk seluruh jembatan yang ada di Indonesia ini, mudah-mudahan awal tahun depan 7.000 jembatan bisa selesai,” ujar Maruli.