Stok Beras Capai 27,9 Juta Ton, Pemerintah Antisipasi Kekeringan

0
247
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memimpin rapat pada Minggu (8/3/2026) untuk memastikan kesiapan langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan serta dampak ketegangan geopolitik global yang dapat memengaruhi sektor pangan. (Foto: Kementan)

(Vibizmedia – Jakarta) Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menggelar rapat pada Minggu (8/3/2026) guna memastikan langkah antisipasi terhadap potensi kekeringan serta dampak ketegangan geopolitik global yang berpotensi memengaruhi sektor pangan.

Dalam rapat tersebut, Mentan Amran menegaskan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan produksi dan stok pangan nasional secara intensif agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Berdasarkan data terbaru hingga Maret 2026, kondisi pangan nasional, khususnya beras, berada dalam situasi yang aman. Produksi beras nasional tercatat berkisar antara 2,6 juta hingga 5,7 juta ton per bulan, lebih tinggi dibandingkan rata-rata konsumsi nasional yang mencapai sekitar 2,59 juta ton per bulan.

Total ketersediaan beras nasional saat ini mencapai sekitar 27,99 juta ton. Jumlah tersebut terdiri dari stok Perum Bulog sebesar 3,76 juta ton, stok masyarakat sekitar 12,50 juta ton, serta standing crop atau padi siap panen sekitar 11,73 juta ton.

“Jika melihat data saat ini, ketersediaan pangan kita sangat aman. Total stok beras nasional cukup untuk sekitar 324 hari ke depan atau sekitar 10,8 bulan. Masyarakat tidak perlu khawatir karena produksi tetap terjaga. Bahkan pada beberapa bulan tertentu produksi bisa mencapai 5,7 juta ton sehingga pasokan domestik sangat kuat,” ujar Mentan Amran di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Minggu (8/3/2026).

Ia menambahkan pemerintah juga telah menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi potensi kekeringan. Salah satunya melalui program pompanisasi yang pada tahun sebelumnya telah menjangkau sekitar 1,2 juta hektare lahan, dan tahun ini akan diperluas lagi hingga 1 juta hektare tambahan.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan tambahan sistem irigasi perpompaan (irpom) untuk sekitar 1 juta hektare lahan guna memastikan ketersediaan air bagi tanaman padi saat musim kemarau.

“Potensi kekeringan sudah kita antisipasi sejak awal melalui program pompanisasi. Tahun lalu sudah menjangkau 1,2 juta hektare, dan tahun ini akan kita tambah lagi 1 juta hektare agar produksi tetap terjaga. Kita juga tidak terlalu terpengaruh oleh dinamika geopolitik global maupun potensi El Niño. Produksi kita kuat dan stok kita aman,” tegasnya.

Menurut Amran, stok beras pemerintah juga terus meningkat dan diperkirakan dalam dua bulan ke depan dapat mencapai sekitar 5 juta ton seiring masuknya masa panen raya di berbagai daerah.

Selain beras, sejumlah komoditas pangan lain seperti ayam dan telur juga berada dalam kondisi surplus. Sementara itu, ketersediaan pupuk dipastikan aman dengan harga yang bahkan turun sekitar 20 persen.

“Pupuk tersedia cukup dan bahkan harganya turun sekitar 20 persen. Ini menjadi motivasi besar bagi petani untuk terus menanam. Insya Allah pangan kita aman. Produksi kuat, stok cukup, dan berbagai langkah antisipasi sudah kita siapkan,” ujar Mentan Amran.