Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Kerahkan Pompa dan Percepat Pengerukan

0
113

(Vibizmedia – Jakarta) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) terus memperkuat langkah antisipasi guna memitigasi potensi banjir di tengah curah hujan yang masih tinggi.

Upaya tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan infrastruktur pengendali banjir, menyiagakan pompa, menerapkan sistem polder, serta menjaga fungsi badan air melalui pemeliharaan rutin.

Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, menyatakan seluruh jajaran telah berada dalam kondisi siaga penuh untuk menghadapi potensi hujan berintensitas tinggi. Ia menegaskan bahwa seluruh perangkat pengendali banjir dipastikan berfungsi optimal, baik sebelum, saat, maupun setelah hujan terjadi. Menurutnya, mitigasi banjir memerlukan kerja kolaboratif yang mengedepankan kecepatan, ketepatan, dan kesiapan infrastruktur.

Pemprov DKI Jakarta juga memastikan kesiapan sarana dan prasarana, mulai dari pompa stasioner, pompa mobile, hingga pintu air, agar dapat bekerja maksimal dalam setiap tahapan penanganan banjir.

Per 13 Maret 2026, tercatat sebanyak 668 unit pompa stasioner telah tersebar di 243 lokasi. Selain itu, tersedia 537 unit pompa mobile di lima wilayah administrasi Jakarta yang difungsikan untuk menjangkau titik genangan yang tidak terlayani pompa stasioner.

Untuk meningkatkan kapasitas tampung air, Dinas SDA turut mempercepat pengerukan sungai, kali, waduk, situ, dan embung. Hingga pertengahan Maret 2026, volume pengerukan telah mencapai 123.393 meter kubik di seluruh wilayah kota administrasi.

Program pengerukan ini telah dimulai sejak 2 Januari 2026 dan akan terus diperluas. Sepanjang 2025, total volume pengerukan bahkan mencapai 919.173 meter kubik.

Dalam pelaksanaannya, Dinas SDA mengerahkan 260 unit excavator dan 465 unit dump truck guna mempercepat proses normalisasi serta pemeliharaan badan air.

Selain itu, kesiapan Satuan Tugas (Satgas) SDA atau Pasukan Biru juga menjadi andalan di lapangan. Mereka bertugas mendukung operasional pompa sekaligus menangani genangan secara cepat dan efektif, serta rutin melakukan pemantauan terutama saat hujan deras.

Pemprov DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi genangan. Dalam kondisi darurat, warga dapat memanfaatkan aplikasi JAKI atau menghubungi layanan darurat 112.

Melalui berbagai langkah ini, diharapkan dampak banjir dapat diminimalkan sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan aman dan lancar.