(Vibizmedia-Nasional) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya enam kejadian bencana menonjol yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam periode Rabu (25/3) pukul 07.00 WIB hingga Kamis (26/3) pukul 07.00 WIB. Bencana tersebut didominasi oleh hidrometeorologi basah seperti banjir, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kejadian pertama terjadi di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Rabu (25/3) pukul 22.00 WIB. Banjir melanda enam desa di Kecamatan Ketanggungan, yakni Desa Karangmalang, Ketanggungan, Cikeusal Lor, Padasugihan, Dukuhturi, dan Buara.
Sebanyak 568 rumah terdampak, dengan 568 kepala keluarga (KK) menjadi korban. Sebanyak 34 jiwa terpaksa mengungsi di Desa Karangmalang, baik di rumah warga maupun fasilitas kesehatan.
Banjir dipicu oleh hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang menyebabkan drainase tidak mampu menampung debit air, serta meluapnya Sungai Babakan. Ketinggian air dilaporkan mencapai 20 hingga 100 sentimeter.
Akibatnya, akses jalan utama terganggu, bahkan jembatan menuju Desa Buara mengalami penurunan hingga menyebabkan akses terputus. Selain itu, 13 ekor kambing dilaporkan hanyut terbawa arus.
Hingga kini, kondisi air masih tinggi dan proses evakuasi warga masih berlangsung. BPBD Kabupaten Brebes bersama pihak terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi.
Bencana berikutnya terjadi di Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, pada Rabu (25/3) pukul 10.22 WIT. Banjir melanda Desa Piru, Kecamatan Seram Barat, dan berdampak pada 541 jiwa serta 177 unit rumah.
Banjir dipicu oleh hujan intensitas sedang hingga lebat yang berlangsung selama beberapa jam. Kondisi diperparah oleh jebolnya tanggul darurat di Dusun Air Pessy akibat robohnya pohon yang menghambat aliran sungai, serta luapan air dari Telaga Namaola.
Saat ini, BPBD setempat masih melakukan penanganan darurat dan berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas PUPR, untuk penanganan lanjutan.
Selain kejadian baru, BNPB juga memperbarui data sejumlah bencana yang masih dalam penanganan. Di Kalimantan Tengah, kebakaran hutan dan lahan sejak awal tahun hingga 25 Maret 2026 telah mencapai 321,21 hektare, dengan tambahan 1,28 hektare dalam periode laporan. Upaya pemadaman dan patroli terus dilakukan untuk mencegah meluasnya kebakaran.
Di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, banjir berdampak pada 6.851 rumah atau 21.553 jiwa. Kondisi saat ini dilaporkan mulai berangsur surut, dan warga telah memulai pembersihan lingkungan.
Sementara itu, di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, banjir berdampak pada 146 rumah dengan total 300 jiwa. Sebanyak 275 jiwa masih mengungsi, sementara proses penyedotan air dan pembersihan material masih berlangsung.
Untuk wilayah Riau, kebakaran hutan dan lahan sejak awal tahun hingga 24 Maret 2026 tercatat mencapai 2.713,26 hektare. Beberapa wilayah terdampak antara lain Kabupaten Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir. Status siaga darurat telah diberlakukan sejak 13 Februari hingga 30 November 2026.
BNPB bersama BPBD dan unsur terkait terus melakukan berbagai upaya penanganan darurat, mulai dari evakuasi warga, pendataan korban, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga pemadaman kebakaran dan pemulihan wilayah terdampak.
BNPB juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah dengan curah hujan tinggi, serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap risiko kebakaran hutan dan lahan di daerah rawan.









