(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham, Kamis siang ini (26/3), terpantau terkoreksi signifikan 88,037 poin (1,21%) ke level 7.214,084 setelah dibuka naik ke level 7.311.976.
IHSG bergerak terkoreksi setelah rally kuat kemarin, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias melemah di tengah pasar mengamati proses negosiasi perang Iran yang memberi harapan de-eskalasi perang dan tercampur dengan ketidakpastian, serta mencermati Wall Street yang berakhir menguat secara bersama.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini menguat 0,09% atau 15 poin ke level Rp 16.890, dengan dollar AS di pasar uang Asia turun setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya; tertahan pergerakannya di mana investor antisipasi bertambahnya inflasi global dampak dari kenaikan harga minyak mentah serta pandangan belum pastinya gencatan senjata perang.
Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.905, serta terpantau di sekitar 2 minggu terkuatnya melanjutkan rebound signifikan kemarin.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 9,855 poin (0,13%) ke level 7.311.976. Sedangkan indeks LQ45 naik 0,420 poin (0,06%) ke level 746,870. Siang ini IHSG melemah 88,037 poin (1,21%) ke level 7.214,084. Sementara LQ45 terlihat turun 1,33% atau 9,950 poin ke level 736,500.
Tercatat saat ini sebanyak 296 saham naik, 349 saham turun dan 173 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed bias melemah, di antaranya Nikkei yang naik 0,56%, dan Hang Seng yang turun 1,37%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bergerak terkoreksi setelah rally kemarin, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias melemah di tengah pasar mencermati proses negosiasi perang Iran yang tercampur dengan ketidakpastian, serta mencermati Wall Street yang berakhir menguat.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan mengurangi sebagian loss-nya, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.765 dan 8.098. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,907 dan bila tembus ke level 6,838.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group









