Dari Scroll ke Aksi, Pemerintah Dorong Pemuda Jadi Penggerak Pelestarian Hutan

0
59
Foto: Kementerian Kehutanan

(Vibizmedia – Jakarta) Pemerintah terus mendorong peran aktif generasi muda dalam pelestarian hutan dan aksi iklim melalui pemanfaatan inovasi digital. Upaya ini diwujudkan melalui inisiatif Youth Talk Take Action (YTTA) bertema “From Scroll to Impact”, yang mengajak pemuda untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga pelaku perubahan di ruang digital.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kementerian Kehutanan, Indra Exploitasia, menegaskan pentingnya peran generasi muda sebagai penggerak tren positif di era digital.

“Kami ingin generasi muda tidak hanya menjadi pengikut, tetapi juga pencipta tren dalam memanfaatkan teknologi. Mereka harus mampu menjadi kreator yang menghasilkan konten positif dan berdampak,” ujarnya.

Kegiatan yang diselenggarakan secara daring ini diikuti lebih dari 650 peserta yang terdiri atas pelajar, mahasiswa, komunitas pemuda, serta masyarakat umum dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali keterampilan praktis, termasuk penyusunan prompt yang efektif untuk menghasilkan konten yang relevan dan terarah. Materi ini menekankan bahwa kualitas keluaran Artificial Intelligence (AI) sangat ditentukan oleh kualitas instruksi yang diberikan, sehingga kemampuan prompting menjadi kompetensi penting di era digital.

Pendekatan ini menempatkan AI bukan sekadar alat instan, melainkan teknologi yang memerlukan pemahaman dan strategi agar dapat dimanfaatkan secara optimal, khususnya dalam mendukung komunikasi publik, kampanye lingkungan, serta pengembangan solusi inovatif.

Indra menambahkan, YTTA dirancang sebagai ruang kolaborasi, pembelajaran, dan inspirasi bagi generasi muda agar mampu berperan sebagai agen perubahan dalam isu kehutanan dan aksi iklim.

“Program ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem generasi muda yang peduli dan aktif terhadap isu lingkungan,” ujarnya.

Dalam implementasinya, BP2SDM Kementerian Kehutanan melalui Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri) menggandeng Binar Academy sebagai mitra pengembangan kapasitas digital, serta Microsoft yang mendukung melalui teknologi dan ekosistem pembelajaran berbasis AI.

Menurut Indra, kolaborasi tersebut menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam memperkuat literasi digital sekaligus mendorong lahirnya inovasi berbasis teknologi untuk keberlanjutan lingkungan.

Ke depan, pemerintah berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang pembelajaran dan kolaborasi yang mendorong generasi muda Indonesia berkontribusi dalam menjawab tantangan global, khususnya perubahan iklim dan degradasi hutan.

Melalui semangat “From Scroll to Impact”, diharapkan semakin banyak generasi muda yang bergerak dari aktivitas digital menuju aksi nyata yang berdampak bagi kelestarian hutan Indonesia.