Stok BBM Aman, Pemerintah Cari Sumber Impor Baru di Tengah Gejolak Timur Tengah

0
35
BBM
Fasilitas produksi migas PT Pertamina Internasional EP (PIEP) di luar negeri. (Foto: PT.Pertamina Internasional EP)

(Vibizmedia-Nasional) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman meski terjadi gangguan pasokan akibat konflik di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil usai melakukan pembahasan bersama PT Pertamina (Persero) terkait langkah antisipatif menjaga ketahanan energi nasional.

“Stok BBM kita InsyaAllah dalam kondisi aman. Kami sudah merumuskan langkah-langkah bersama Pertamina untuk mengantisipasi dinamika global,” ujar Bahlil.

Diversifikasi Sumber Impor Minyak

Bahlil mengungkapkan bahwa selama ini sekitar 20% impor minyak mentah Indonesia berasal dari kawasan Timur Tengah. Namun, pemerintah kini telah mengamankan sumber pasokan baru dari luar kawasan tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi energi guna mengurangi ketergantungan terhadap wilayah yang rawan konflik.

“Import crude kita dari Middle East itu 20%. Sekarang kami sudah menemukan sumber crude baru selain dari Middle East,” katanya.

Ketergantungan Tinggi pada LPG

Berbeda dengan BBM, Bahlil menyoroti tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor Liquefied Petroleum Gas (LPG). Sekitar 70% kebutuhan LPG nasional masih dipenuhi dari luar negeri.

Kondisi ini membuat sektor LPG lebih rentan terhadap gejolak global dibandingkan BBM. Karena itu, Bahlil mengimbau masyarakat untuk menggunakan LPG secara bijak dan efisien. “Kita harus lebih bijaksana dalam memakai LPG. Ini perlu effort bersama,” ujarnya.

Kondisi Pasokan Energi Indonesia

Secara umum, kondisi pasokan energi Indonesia saat ini sebagai berikut:

– BBM: Relatif aman, didukung stok nasional dan diversifikasi sumber impor
– Minyak mentah: Sebagian masih impor, namun mulai diperluas ke sumber non-Timur Tengah
– LPG: Sangat bergantung pada impor (±70%), menjadi titik paling rentan
– Gas domestik & energi lain: Mulai ditingkatkan untuk mengurangi ketergantungan impor
Antisipasi di Tengah Ketidakpastian Global

Pemerintah menegaskan bahwa meski kondisi stok aman, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat situasi geopolitik global yang tidak menentu. Bahlil menekankan bahwa upaya penghematan energi bukan semata soal harga, tetapi juga ketersediaan barang di pasar global.

“Sekalipun kita punya uang, kalau barangnya harus berebut dengan negara lain, kita harus menjaganya dengan bijak,” tuturnya.

Dengan kombinasi diversifikasi pasokan, penguatan cadangan energi, dan efisiensi konsumsi, pemerintah berharap ketahanan energi nasional tetap terjaga di tengah tekanan global.