(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham, Senin siang ini (30/3), terpantau melemah 26,655 poin (0,38%) ke level 7.070,402 setelah dibuka turun ke level 6.996.021.
IHSG bergerak terkoreksi di hari ketiga di atas area 8,5 bulan terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya bias melemah dipimpin Kospi dan Nikkei di tengah berlanjutnya perang Timur Tengah yang memasuki minggu kelima dengan eskalasi konflik di antara upaya negosiasi, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan dalam koreksi signifikan.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,15% atau 25 poin ke level Rp 16.985, dengan dollar AS di pasar uang Asia terkoreksi setelah menguat 4 hari di sesi global sebelumnya; turun dari rally 4 harinya setelah diangkat naiknya permintaan dollar sebagai safe haven.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.960, serta terpantau tertekan ke area rekor terendahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 101,036 poin (1,42%) ke level 6.996.021. Sedangkan indeks LQ45 turun 11,000 poin (1,53%) ke level 707,960. Siang ini IHSG melemah 26,655 poin (0,38%) ke level 7.070,402. Sementara LQ45 terlihat turun 0,34% atau 20,460 poin ke level 716,500.
Tercatat saat ini sebanyak 245 saham naik, 423 saham turun dan 146 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau bias melemah, di antaranya Nikkei yang merosot 3,34%, dan Hang Seng yang turun 0,90%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bergerak terkoreksi di hari ketiganya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya melemah dipimpin Kospi dan Nikkei di tengah berlanjutnya perang Timur Tengah yang memasuki minggu kelima, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan dalam koreksi signifikan.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan masih dalam bias koreksi, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.765 dan 8.098. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,907 dan bila tembus ke level 6,838.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group









