Stok Beras Tembus 4 Juta Ton, Ketahanan Pangan Kian Kuat

0
64
Foto: Kementan

(Vibizmedia – Kutai Kartanegara) Kementerian Pertanian Republik Indonesia memastikan ketersediaan pangan nasional tetap aman seiring berlangsungnya panen raya padi di berbagai wilayah Indonesia pada akhir Maret 2026.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa produksi pangan nasional saat ini mampu menjamin kecukupan stok. Kementan mencatat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Perum Bulog telah melampaui 4 juta ton dan diperkirakan mendekati 5 juta ton dalam waktu dekat, sehingga semakin memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Ketersediaan pangan kita dalam kondisi sangat aman. Total stok beras nasional diperkirakan cukup untuk 324 hari ke depan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Mentan Amran.

Panen raya yang berlangsung serentak di berbagai daerah turut menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, khususnya menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri, sehingga potensi lonjakan harga dapat ditekan.

Kondisi tersebut juga terlihat di sejumlah sentra produksi, termasuk di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Panen padi dilakukan di Desa Mulawarman, Kecamatan Tenggarong Seberang, sebagai bagian dari program ketahanan pangan berbasis desa yang melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan kelompok tani.

Program ini mengelola lahan seluas 350 hektar dengan melibatkan 350 petani, di mana sebagian lahan telah memasuki masa produktif. Kolaborasi antara pemerintah desa, BUMDes, kelompok tani, dan sektor swasta menjadi contoh penguatan produksi pangan berbasis wilayah.

Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menyampaikan bahwa keberhasilan panen ini merupakan bagian dari transformasi ekonomi daerah menuju penguatan sektor pertanian.

“Panen ini menjadi bukti komitmen menjadikan Kutai Kartanegara sebagai lumbung pangan Kalimantan Timur. Saat ini terdapat 13.000 hektar lahan padi sawah produktif, dan ke depan produktivitas ditargetkan meningkat dari 5 ton menjadi 6 ton per hektar melalui ekstensifikasi dan mekanisasi,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Yudi Sastro menegaskan pentingnya peningkatan luas tambah tanam (LTT) serta produktivitas sebagai strategi menjaga keberlanjutan produksi.

“Peningkatan luas tanam menjadi strategi utama menjaga stabilitas produksi, baik melalui ekstensifikasi maupun intensifikasi dengan peningkatan produktivitas,” jelasnya.

Kementan juga terus mendorong dukungan sarana produksi, termasuk alat dan mesin pertanian (alsintan), guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas di tingkat petani.

Dengan meluasnya panen raya di berbagai daerah, pemerintah optimistis produksi padi nasional tetap terjaga, sehingga mampu memperkuat cadangan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga secara berkelanjutan.