Bencana Beruntun Awal April 2026: Banjir Bandang hingga Longsor Terjang Sejumlah Daerah

0
45
Banjir Bandang
Kondisi setelah terjadinya banjir bandang yang menerjang Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Minggu, 5 April 2026. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan rangkaian bencana hidrometeorologi yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada periode 6–7 April 2026. Memasuki masa peralihan musim hujan ke kemarau, kejadian banjir dan angin kencang tercatat mendominasi dan berdampak luas terhadap masyarakat.

Di Kabupaten Lombok Utara, banjir bandang menerjang Desa Menggala dan Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, pada Minggu (5/4) dini hari. Sebanyak 212 jiwa terdampak dalam peristiwa ini. Tiga rumah dilaporkan hanyut, sementara 63 rumah lainnya terdampak. Selain itu, tanggul sungai sepanjang 100 meter rusak dan 1,6 hektar lahan pertanian ikut terdampak. Meski genangan air telah surut pada Senin (6/4), material lumpur masih memenuhi rumah warga.

Bencana juga melanda Kabupaten Seluma, di mana banjir dan tanah longsor terjadi akibat hujan berintensitas tinggi. Sebanyak 851 kepala keluarga atau 2.637 jiwa terdampak di sepuluh desa yang tersebar di tujuh kecamatan. Kerugian material cukup besar, meliputi 426 rumah, fasilitas pendidikan, tempat ibadah, fasilitas kesehatan, serta akses jalan. Bahkan, banjir meluas ke beberapa desa tambahan pada Senin pagi, menambah jumlah warga terdampak serta merusak sawah hingga 126 hektar.

Sementara itu, di Kabupaten Pesawaran, hujan deras selama dua jam menyebabkan banjir dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter. Sebanyak 291 kepala keluarga terdampak dan satu orang dilaporkan hilang. Tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban.

Di wilayah Kabupaten Bogor, hujan deras memicu pergerakan tanah dan longsor di sembilan desa. Dampaknya, puluhan rumah mengalami kerusakan dengan rincian tiga rumah rusak berat, lima rusak sedang, dan empat rusak ringan. Sebanyak 59 jiwa terdampak, 78 jiwa terancam, serta 15 jiwa harus mengungsi. Hingga saat ini, beberapa akses jalan masih belum dapat dilalui, terutama di Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung.

BNPB mengingatkan bahwa potensi bencana masih tinggi selama masa peralihan musim. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, dan puting beliung, serta potensi bencana lanjutan seperti banjir dan longsor.

Sebagai langkah mitigasi, masyarakat diharapkan menyiapkan tas siaga bencana dan rutin memantau informasi resmi dari BNPB, BPBD, serta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika guna mengantisipasi risiko yang dapat terjadi sewaktu-waktu.