(Vibizmedia-Nasional) Badan Nasional Penanggulangan Bencana kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketangguhan nasional melalui penyelenggaraan seminar nasional bertema “Implementasi Kemandirian Inovasi Teknologi dan Industrialisasi Kebencanaan”. Kegiatan ini menjadi rangkaian awal menuju pameran industri kebencanaan dan perlindungan sipil ADEXCO 2026 yang akan berlangsung pada 9–12 September 2026.
Seminar nasional tersebut akan digelar di Jakarta pada Rabu, 29 April 2026, secara luring dan daring. Masyarakat juga dapat mengikuti jalannya acara melalui kanal YouTube resmi BNPB.
Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati, menjelaskan bahwa forum ini selaras dengan arah kebijakan prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam bidang industrialisasi dan hilirisasi nasional.
Menurutnya, seminar ini diharapkan mampu mendorong penguatan sektor kebencanaan berbasis inovasi teknologi dalam negeri serta kemandirian nasional. Selain itu, forum ini menjadi momentum penting untuk memastikan berbagai inovasi teknologi kebencanaan tidak berhenti di tahap prototipe, tetapi dapat menembus standar industri dan diproduksi secara luas.
BNPB juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah melalui pendanaan riset, insentif pajak, hingga investasi strategis bagi pelaku usaha di sektor kebencanaan. Dengan langkah tersebut, Indonesia diharapkan mampu bertransformasi dari sekadar pengguna teknologi menjadi produsen solusi kebencanaan.
Raditya menegaskan, kondisi geografis Indonesia yang rawan bencana seharusnya menjadi peluang lahirnya industri nasional yang kuat dan inovatif. Tantangan kebencanaan tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan pendorong munculnya teknologi tangguh karya anak bangsa.
Seminar ini akan menghadirkan pembicara dari kementerian/lembaga, akademisi, praktisi, hingga dunia usaha. Acara rencananya dibuka oleh Wakil Menteri Kementerian PPN/Bappenas.
Melalui forum ini, BNPB berharap terbentuk ekosistem industri kebencanaan yang mandiri, adaptif, dan berkelanjutan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045 yang tangguh terhadap bencana dan perubahan iklim.









