Waralaba Dinilai Strategis Dorong UMKM Lokal Tembus Pasar Global

0
127
Pembukaan ajang Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) 2026 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Kamis (7April 26). (Foto: Humas Kemendag)

(Vibizmedia – Industry) Model bisnis waralaba dinilai semakin strategis dalam mendorong lahirnya wirausaha baru dan memperkuat posisi UMKM menuju pasar global. Hal tersebut mengemuka dalam pembukaan ajang Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) 2026 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Kamis (7/5).

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan, penguatan UMKM tidak dapat dipisahkan dari semangat “Dari Lokal ke Global”. Menurutnya, sektor waralaba menjadi salah satu instrumen efektif untuk mempercepat pertumbuhan kewirausahaan nasional.

Saat ini, rasio kewirausahaan Indonesia masih berada di kisaran 3,29 persen dari total angkatan kerja. Padahal, untuk mencapai status negara maju, Indonesia membutuhkan rasio kewirausahaan sekitar 10–12 persen. “Waralaba merupakan model bisnis yang efektif karena terstandardisasi dan lebih mudah diprediksi. Kementerian Perdagangan berkomitmen mendukung perkembangan kewirausahaan nasional,” ujar Roro.

Model bisnis waralaba juga bersifat inklusif karena dapat dijalankan oleh berbagai kalangan, mulai dari generasi muda, ibu rumah tangga, hingga masyarakat yang memasuki masa purnatugas.

Optimisme terhadap industri waralaba juga disampaikan Presiden Direktur PT Pameran Peluang Bisnis, Royanto Handaya. Menurutnya, sejak pertama kali digelar pada 2002, FLEI telah berkembang dari sekadar pameran menjadi ekosistem bisnis yang hidup dan relevan bagi perekonomian nasional.

Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) Levita Ginting Sumpit, menyebut industri waralaba termasuk sektor yang paling cepat pulih pascapandemi. Sepanjang 2024, industri ini mencatat omzet hingga Rp143,25 triliun dan menyerap sekitar 98 ribu tenaga kerja.

Di sisi lain, pemerintah mengingatkan pentingnya legalitas usaha. Wamendag Roro meminta seluruh pelaku usaha memastikan telah memiliki Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) sebelum menggunakan label waralaba dalam promosi bisnis. Ia juga mengimbau masyarakat menerapkan prinsip “2L”, yakni Legal dan Logis, agar tidak mudah tergiur penawaran bisnis dengan janji keuntungan tidak masuk akal.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pengembangan Ekspor Kadin Indonesia, Juan Permata Adoe menilai biaya logistik masih menjadi tantangan utama bagi daya saing industri nasional. Karena itu, ia mendorong adanya sinkronisasi kebijakan antarinstansi agar hambatan usaha dapat diselesaikan secara efektif.

Menutup sambutannya, Wamendag Roro optimistis FLEI 2026 dapat menjadi momentum bagi UMKM lokal untuk naik kelas dan memperbesar kontribusi sektor perdagangan terhadap perekonomian nasional secara berkelanjutan.