60 Persen SMK Kekurangan Fasilitas Praktik, Revitalisasi Jadi Solusi Nyata

0
78
Revitalisasi SMK
Revitalisasi SMK. DOK: KEMENDIKDASMEN

(Vibizmedia-Nasional) Program revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dinilai membawa dampak nyata, tidak hanya terhadap peningkatan kualitas pendidikan vokasi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.

Direktur Jenderal Vokasi dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menegaskan bahwa revitalisasi SMK saat ini tidak lagi sekadar berfokus pada perbaikan fisik bangunan sekolah. Pemerintah kini mengarahkan program tersebut untuk membangun ekosistem pendidikan yang selaras dengan kebutuhan dunia industri.

Menurut Tatang, salah satu tantangan terbesar yang selama ini dihadapi SMK adalah keterbatasan ruang praktik. Sekitar 60 persen SMK di Indonesia sebelumnya mengalami kekurangan fasilitas praktik, sehingga kegiatan pembelajaran terpaksa dibagi hingga sore hari.

Melalui program revitalisasi, pemerintah membangun ruang praktik baru guna mendukung pembelajaran berbasis proyek (project-based learning). Dengan pendekatan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh teori di kelas, tetapi juga didorong menghasilkan produk nyata yang dapat dievaluasi dan dikembangkan sesuai kebutuhan industri.

“Pendidikan vokasi harus melahirkan lulusan yang adaptif dan siap kerja,” ujar Tatang saat bincang bertajuk Dampak Nyata Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Penguatan Literasi melalui Sarana Perpustakaan yang Nyaman di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Tak hanya berdampak pada peningkatan kualitas lulusan, revitalisasi SMK juga memberikan efek ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar. Pembangunan sekolah dilakukan melalui pola swakelola yang melibatkan warga lokal, dengan satu proyek mampu menyerap hingga 34 tenaga kerja setempat.

Selain membuka lapangan kerja sementara, material pembangunan juga dipasok dari wilayah sekitar sekolah sehingga mendorong perputaran ekonomi lokal dan memberikan manfaat berantai bagi masyarakat.

Saat ini, pemerintah memprioritaskan revitalisasi SMK di wilayah tertinggal, terluar, serta daerah terdampak bencana. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi sekolah dengan kondisi rusak berat yang menghambat proses belajar mengajar.

Kemendikdasmen menargetkan sebagian besar proyek revitalisasi dapat rampung pada Juli 2026, sekaligus memperkuat pemerataan kualitas pendidikan vokasi di berbagai wilayah Indonesia.