Kekeringan dan Karhutla Masih Mendominasi, Warga Diminta Waspada Musim Kemarau

0
108
Karhutla
Petugas gabungan melakukan pemadaman di Desa Gunung Manaon, Kecamatan Portibi, Kabupatan Padang Lawas Utara, Provinsi Sumatera Utara, pada Rabu, 8 Juli 2026. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kejadian kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mendominasi bencana yang terjadi di berbagai daerah pada periode Rabu (8/7) hingga Kamis (9/7) pukul 07.00 WIB. Di tengah musim kemarau, BNPB mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi kering.

Salah satu kejadian kekeringan dilaporkan terjadi di Desa Komus II Timur, Kecamatan Kaidipang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara. Rendahnya curah hujan dalam waktu yang cukup lama menyebabkan debit sungai, mata air, dan sumur warga menurun sehingga sekitar 50 kepala keluarga mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Merespons kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow Utara melakukan asesmen, berkoordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait, serta menyalurkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki. Hingga Rabu (8/7), sebanyak 10.000 liter air bersih telah didistribusikan kepada warga terdampak.

Di sisi lain, kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di Desa Gunung Manaon, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatra Utara, pada Rabu (8/7) siang. Sekitar lima hektare lahan terbakar, namun tidak menimbulkan korban jiwa. Tim gabungan BPBD bersama masyarakat berhasil memadamkan api pada hari yang sama, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Karhutla juga melanda Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, tepatnya di Desa Pundungrejo, Desa Watubonang, dan Desa Puron. Kebakaran menghanguskan sekitar 3,5 hektare lahan. BPBD bersama petugas melakukan pemadaman menggunakan metode gepyok dan membuat ilaran untuk mencegah api meluas. Api akhirnya berhasil dikendalikan pada hari yang sama.

Selain kekeringan dan karhutla, bencana angin kencang juga menerjang Gampong Keude Geudong, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, pada Rabu (8/7) sore. Sebanyak 11 kepala keluarga terdampak akibat kerusakan yang ditimbulkan.

BPBD Kabupaten Aceh Utara mencatat tujuh rumah mengalami rusak berat, satu rumah rusak sedang, dan tiga rumah rusak ringan. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD segera melakukan pembersihan puing-puing bangunan, sementara warga mengevakuasi barang-barang berharga ke rumah kerabat terdekat.

Sementara itu, berdasarkan prediksi curah hujan kumulatif dasarian I Juli 2026 yang dirilis BMKG untuk periode 11–20 Juli 2026, puluhan provinsi diperkirakan mengalami curah hujan rendah. Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi sebagian besar Pulau Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Melihat kondisi tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk memperkuat langkah mitigasi, terutama di wilayah yang rawan kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan. Masyarakat juga diminta menggunakan air secara bijak, tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sejak dini.

BNPB menegaskan bahwa kesiapsiagaan seluruh pihak menjadi kunci untuk meminimalkan dampak bencana selama musim kemarau berlangsung, sehingga risiko terhadap masyarakat, lingkungan, dan aktivitas ekonomi dapat ditekan semaksimal mungkin.