Aroma Nusantara dalam Speculaas, Kue Klasik Khas Belanda

0
37
Kue speculaas yang legendaris (Foto: Wouter Supardi Salari)

(Vibizmedia – Gaya Hidup) Speculaas adalah kue legendaris Belanda yang memiliki ikatan sejarah yang sangat kuat dengan Indonesia.

Ketika  menggigit sepotong speculaas, hal pertama yang terasa di lidah adalah perpaduan rasa manis yang dalam dan kehangatan rempah yang intens. Kue kering bertekstur renyah dengan cetakan motif tradisional yang estetik ini dikenal luas sebagai camilan legendaris asal Belanda.

Namun, di balik gigitan renyahnya yang populer di Eropa, ada kisah sejarah panjang yang membawa kita kembali ke masa berabad-abad lalu yang membuktikan betapa kayanya bumi Nusantara.

Dari “Spices” hingga Rempah Nusantara

Secara etimologi, salah satu teori menyebutkan nama speculaas berasal dari bahasa Latin species, yang berarti rempah-rempah. Nama ini sangat akurat, karena daya tarik utama kue ini terletak pada racikan bumbunya (speculaaskruiden).

Menariknya, rempah-bahannya yang membuat kue ini terasa “hangat” bukan berasal dari daratan Eropa yang dingin, melainkan dari kepulauan tropis Indonesia. Racikan khas speculaas meliputi : Kayu manis, Pala, Cengkih, Jahe, Kapulaga.

Di masa lalu, rempah-rempah ini adalah komoditas mewah yang setara dengan emas. Melalui jalur perdagangan VOC (Perusahaan Dagang Hindia Belanda), rempah-rempah dari Nusantara mengalir deras ke Belanda, lalu diolah menjadi kue musim dingin yang disukai kaum bangsawan sebelum akhirnya menjadi camilan merakyat seperti sekarang.

 Jejak Budaya: Speculaas vs Spekoek

Hubungan kuliner ini tidak berjalan satu arah. Ketika orang-orang Belanda membawa budaya memanggang mereka ke Indonesia (Hindia Belanda), terjadi akulturasi kuliner yang luar biasa.

Di Belanda rempah-rempah Indonesia digunakan untuk membuat kue kering bertekstur renyah bernama speculaas (atau amandel speculaas jika menggunakan taburan almon).

Di Indonesia adaptasi bumbu rempah serupa melahirkan lapis legit atau yang dalam bahasa Belandanya disebut spekoek (kue seribu lapis yang lembut dan premium).

Hingga hari ini, di Indonesia kita juga mengenal bumbu instan bernama kue spekuk, yang komposisinya hampir sama persis dengan racikan speculaaskruiden yang digunakan untuk membuat speculaas di Belanda.

 Lebih dari Sekadar Camilan Teman Minum Kopi

Bagi masyarakat Belanda, speculaas bukan sekadar kue biasa. Secara tradisi, kue ini merupakan bagian tak terpisahkan dari perayaan Sinterklaas setiap awal bulan Desember, di mana kue dicetak membentuk figur Santo Nikolas, kapal, atau kincir angin tradisional.

Namun sekarang, tidak perlu menunggu musim dingin atau pergi ke Belanda untuk menikmatinya. Speculaas telah berevolusi menjadi camilan global, bahkan variasi modernnya yang dihaluskan menjadi cookie butter (selai spekulas) sangat digemari anak muda di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Menikmati speculaas hari ini membawa kita kembali  mengingat sejarah yang lalu. Di balik kemasan modern dari supermarket Belanda, aroma harum kayu manis dan cengkih yang menguar dari kue ini adalah bukti nyata dari kekayaan alam Indonesia yang tetap memikat dunia.