AHY: Saatnya Bangun Daerah Berbasis Potensi Lokal, 1.476 Mahasiswa Diterjunkan ke Kawasan Transmigrasi

0
35
Transmigrasi
Ilustrasi kawasan transmigrasi. FOTO: KEMENDES PDTT

(Vibizmedia-Nasional) Pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi resmi melepas 1.476 peserta Transmigrasi Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 untuk melakukan pengabdian dan riset di 154 kawasan transmigrasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memetakan potensi daerah sekaligus merumuskan solusi pembangunan berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Peserta Ekspedisi Patriot 2026 berasal dari 10 perguruan tinggi di Indonesia, serta melibatkan peneliti dan civitas akademika yang akan melakukan kajian langsung di lapangan.

Pada acara pelepasan di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (29/7/2026), Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, mengatakan bahwa keterlibatan kalangan akademisi bertujuan menghasilkan rekomendasi konkret bagi pengembangan kawasan transmigrasi.

“Memajukan ekonomi di berbagai wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, tentu melalui program-program unggulan transmigrasi,” ujar AHY.

Menurut AHY, kondisi kawasan transmigrasi di Indonesia saat ini sangat beragam. Sebagian telah berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, namun tidak sedikit yang masih menghadapi berbagai hambatan, terutama keterbatasan infrastruktur dan konektivitas.

“Sebagian sukses, sebagian belum sukses. Misalnya karena keterbatasan infrastruktur dan konektivitas sehingga kawasan transmigrasi tersebut akhirnya ditinggalkan oleh masyarakat yang sebelumnya menetap di sana,” jelasnya.

Karena itu, Ekspedisi Patriot difokuskan untuk mengidentifikasi potensi unggulan setiap daerah sekaligus mengkaji tantangan yang menghambat perkembangannya.

AHY menegaskan bahwa setiap kawasan memiliki karakteristik ekonomi yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan pembangunan yang spesifik.

“Di satu daerah potensinya pertanian atau perkebunan, di daerah lain bisa pariwisata, ekonomi kreatif, industri, hilirisasi, dan sektor-sektor unggulan lainnya,” katanya.

Melalui observasi dan penelitian langsung di lapangan, para mahasiswa dan peneliti akan menyusun analisis serta rekomendasi yang nantinya disampaikan kepada Kementerian Transmigrasi sebagai dasar penyusunan kebijakan pengembangan kawasan.

AHY berharap hasil riset tersebut dapat melengkapi data pemerintah sehingga kebijakan yang diambil menjadi lebih tepat sasaran.

“Mudah-mudahan ketika bertemu antara masukan akademis dengan kebijakan yang sifatnya strategis di tingkat pusat, ini benar-benar bisa menjadi efektif dan bisa dijalankan dengan baik,” tuturnya.

Program Ekspedisi Patriot 2026 menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pembangunan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah di Indonesia.