Pemerintah Targetkan PLTS 100 GW Tekan Impor Energi hingga USD28,9 Miliar

0
152
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, memiliki kapasitas 192 megawatt peak (MWp) dan berdiri di atas area seluas 200 hektare di Waduk Cirata. Fasilitas ini tercatat sebagai PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara. (Foto: PT PLN)

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas total 100 Gigawatt (GW) dapat mengurangi ketergantungan impor energi nasional hingga USD28,9 miliar, sekaligus memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa proyek besar transisi energi tersebut telah memiliki peta jalan yang jelas dan telah dimasukkan dalam dokumen perencanaan ketenagalistrikan nasional. Ia juga tengah mengupayakan agenda peresmian tahap awal proyek PLTS 100 GW bersama Presiden, yang direncanakan berlangsung di Bali.

Bahlil menegaskan proyek ini telah resmi tercantum dalam revisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 milik PT PLN (Persero). Sebagai tahap awal, pemerintah mempercepat pengembangan kapasitas sebesar 17 GW.

Dalam mendukung proyek tersebut, Kementerian ESDM bekerja sama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) telah menyiapkan lahan sekitar 24 ribu hektare di Pulau Jawa. Lahan tersebut nantinya akan terhubung dengan jaringan transmisi dan gardu induk milik PLN.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menambahkan bahwa integrasi infrastruktur menjadi kunci agar listrik dari PLTS dapat tersalurkan secara optimal ke sistem kelistrikan nasional.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya mengajak perusahaan asal China untuk berinvestasi dalam pengembangan proyek PLTS 100 GW di Indonesia. Ia menilai keterlibatan China, seperti dalam proyek PLTS Terapung Cirata, menunjukkan besarnya potensi kerja sama kedua negara dalam mendukung transisi energi, pengembangan energi bersih, serta pencapaian target penurunan emisi.