Jembatan dan Air Bersih, Wujud Nyata Infrastruktur untuk Rakyat

0
66
Jembatan
Peresmian 3.395 Jembatan TNI-Polri dan 3.000 Sumber Air Bersih TNI Angkatan Darat (AD), pada Kamis, 13 Agustus 2026. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Peresmian 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI Angkatan Darat (AD) pada Kamis, 13 Agustus 2026, tidak sekadar menjadi seremoni pembangunan infrastruktur. Di berbagai daerah, fasilitas tersebut langsung menyentuh kehidupan masyarakat dan mengubah aktivitas sehari-hari.

Hal itu terlihat dari kesaksian warga yang disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto melalui konferensi video dari sejumlah wilayah, mulai dari Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, hingga Manokwari, Papua Barat, dan Pulau Raas, Madura.

Di Kecamatan Bayah, Agus Sutisna menceritakan bagaimana kehadiran jembatan gantung membuat perjalanan anak-anak menuju sekolah menjadi jauh lebih mudah.

Sebelum jembatan dibangun, Agus harus mengantar anaknya melalui rute memutar sekitar tujuh kilometer menggunakan jalan nasional. Perjalanan tersebut membutuhkan waktu sekitar 25 hingga 30 menit.

Kini, kondisi itu berubah. Anak-anak dapat berjalan kaki menuju sekolah tanpa harus diantar orang tua.

“Tanpa harus berkendaraan, anak kami bisa sampai ke sekolah dengan berjalan kaki tanpa harus diantar orang tuanya,” ujar Agus.

Bagi masyarakat, jembatan tersebut bukan hanya menghubungkan dua sisi wilayah, tetapi juga membuka akses yang sebelumnya sulit dijangkau.

Enam Tahun Menyeberangi Sungai

Cerita serupa datang dari Manokwari, Papua Barat. Rumerus mengungkapkan bahwa selama enam tahun warga di kampungnya harus menyeberangi sungai untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kondisi paling berat dialami anak-anak sekolah. Mereka harus turun ke sungai dan bahkan melepas sepatu ketika hendak menyeberang.

Saat hujan deras turun, aktivitas masyarakat bisa terhenti karena kondisi sungai yang tidak memungkinkan untuk dilalui.

Dengan hadirnya jembatan armco, akses warga kini menjadi lebih mudah dan aman.

“Kami sangat bersyukur karena Bapak memperhatikan kami, teristimewa anak cucu kami yang sekolah,” kata Rumerus.

Menurutnya, keberadaan jembatan juga membantu masyarakat yang beraktivitas untuk berdagang dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Lima Sumur Bor untuk Pulau Raas

Sementara itu, dari Pulau Raas, Madura, manfaat pembangunan terasa melalui penyediaan sumber air bersih.

Masyarakat Pulau Raas harus menempuh perjalanan laut sekitar enam jam dari pusat kabupaten. Karena itu, pembangunan lima titik sumur bor menjadi sangat penting bagi masyarakat setempat.

Perwakilan warga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas pembangunan fasilitas tersebut.

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden karena sudah membangunkan sumur bor lima titik di kecamatan kami,” ujarnya.

Keberadaan sumur bor diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan warga di wilayah kepulauan.

Prabowo: Infrastruktur Harus Dirawat

Mendengar langsung cerita masyarakat, Presiden Prabowo menekankan bahwa pembangunan infrastruktur harus diikuti dengan pemeliharaan yang baik.

Menurut Presiden, jembatan yang telah dibangun harus dijaga agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Yang paling penting, nanti dirawat, jembatan-jembatan itu dirawat dengan baik,” kata Prabowo.

Presiden juga mengingatkan masyarakat untuk mengikuti ketentuan penggunaan jembatan, termasuk memperhatikan batas beban kendaraan yang diperbolehkan melintas.

Pembangunan ribuan jembatan dan sumber air bersih tersebut menunjukkan bahwa infrastruktur memiliki dampak yang sangat nyata ketika hadir di tengah kebutuhan masyarakat.

Bagi warga Bayah, sebuah jembatan berarti anak bisa berjalan kaki ke sekolah. Bagi masyarakat Manokwari, jembatan berarti tidak lagi harus mempertaruhkan keselamatan saat menyeberangi sungai. Sementara bagi warga Pulau Raas, sumur bor berarti akses terhadap air bersih menjadi lebih dekat.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya berapa banyak infrastruktur yang diresmikan, tetapi seberapa besar perubahan yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.