Karhutla Kembali Dominasi Bencana, Puluhan Hektare Lahan Terbakar di Sulawesi hingga Jawa

0
29
Kebakaran hutan dan lahan
Personil gabungan pantang menyerah memadamkan api yang membakar 3.25 hektare di Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara, Selasa, 18 Agustus 2026. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mendominasi kejadian bencana di sejumlah wilayah Indonesia. Berdasarkan pemutakhiran data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk periode Selasa (18/8) hingga Rabu (19/8) pukul 07.00 WIB, karhutla terjadi di sejumlah kabupaten di Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Jawa Timur.

Di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, karhutla terjadi pada Selasa (18/8) sekitar pukul 10.30 WITA. Kebakaran melanda Kelurahan Inobonto I, Kecamatan Bolaang, serta Desa Buntalo, Desa Dulangon, Desa Solog, dan Desa Sauk di Kecamatan Lolak.

Lahan yang terbakar tercatat mencapai 3,25 hektare. BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow langsung mengerahkan personel untuk berkoordinasi dengan berbagai instansi sekaligus melakukan penanganan dan pemadaman di lokasi.

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, pada Selasa (18/8) sekitar pukul 20.00 WITA. Kebakaran melanda lahan seluas 15 hektare di Desa Longge, Kecamatan Ampana Tete.

BPBD Kabupaten Tojo Una-Una bersama instansi terkait melakukan upaya pemadaman sekaligus mencegah api meluas ke kawasan permukiman warga. Berdasarkan laporan terakhir, api masih terlihat dan kondisi angin di lokasi dilaporkan cukup kencang sehingga berpotensi memperluas area kebakaran.

Sementara itu, di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, karhutla terjadi pada Selasa (18/8) sekitar pukul 18.30 WIB. Kebakaran melanda kawasan Desa Sumberingin, Kecamatan Karangan, dengan luas lahan terdampak sekitar 1,5 hektare.

Tim gabungan segera menuju lokasi untuk melakukan pemadaman serta mengantisipasi agar api tidak menjalar ke permukiman warga di sekitar kawasan terdampak.

Dengan adanya sejumlah kejadian tersebut, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama di wilayah dengan kondisi lahan kering dan rawan kebakaran.

Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan, tidak membuang puntung rokok sembarangan di kawasan hutan maupun lahan kering, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api.

Pemerintah daerah juga diminta mengaktifkan Satgas Karhutla, memastikan ketersediaan sumber air, serta meningkatkan patroli rutin di wilayah yang memiliki potensi kebakaran.

Total sedikitnya 19,75 hektare lahan terbakar dalam tiga kejadian yang dilaporkan BNPB tersebut. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan dan respons cepat masih menjadi kunci untuk mencegah karhutla meluas dan mengancam permukiman masyarakat.