Kemenekraf Jajaki Kolaborasi dengan ION Perluas Akses Pasar Digital Pelaku Ekraf

0
44
Foto: Kemenekraf

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menjajaki kerja sama dengan Indonesia Open Network (ION) untuk memperluas akses pasar digital sekaligus meningkatkan daya saing pelaku ekonomi kreatif Indonesia. Penjajakan tersebut dibahas dalam audiensi Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar bersama perwakilan ION di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mempercepat transformasi digital dan membuka akses komersialisasi produk kreatif lokal ke pasar global.

“Kemitraan bersama ION menjadi momentum penting untuk membuka akses pasar digital yang lebih luas dan inklusif bagi seluruh kreator Tanah Air. Integrasi teknologi ini tidak hanya memperkuat infrastruktur bisnis para pelaku usaha, tetapi juga dapat melipatgandakan daya saing serta nilai ekonomi karya kreatif nasional di kancah global,” ujar Irene.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas potensi pemanfaatan ION untuk mendukung pengembangan ekosistem ekonomi kreatif, mulai dari pemasaran dan perluasan akses pasar digital, perdagangan lintas batas, pembiayaan, perlindungan kekayaan intelektual, hingga pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan artifisial (AI).

Sinergi berbagai program strategis juga dijajaki untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kementerian Ekraf, sektor ekonomi kreatif mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025. Nilai investasi di sektor ini mencapai Rp183,01 triliun, sementara nilai ekspor tercatat sebesar 31,94 miliar dolar AS.

Kinerja tersebut turut didukung oleh penyerapan tenaga kerja sebanyak 27,40 juta orang yang sebagian besar berasal dari kalangan generasi muda. Kontribusi tersebut berasal dari 21 subsektor ekonomi kreatif.

Irene mengatakan pemanfaatan teknologi dan ekosistem jaringan terbuka yang dikembangkan ION dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkuat digitalisasi sekaligus perlindungan kekayaan intelektual pelaku ekraf.

“Kami melihat kolaborasi pemanfaatan teknologi dan ekosistem jaringan terbuka dari ION dapat menjadi ruang yang tepat untuk mendukung digitalisasi serta perlindungan kekayaan intelektual ekonomi kreatif,” katanya.

Menurut Irene, Kementerian Ekraf berencana membentuk tim kerja bersama yang akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan unit terkait. Namun, ia menilai peningkatan kapasitas pelaku usaha tetap menjadi tantangan utama agar mereka mampu memanfaatkan teknologi secara optimal.

“Namun, tantangan terbesarnya adalah membangun kapasitas pelaku usaha agar mampu beradaptasi secara optimal, sehingga kolaborasi yang adil dan berkelanjutan ini dapat segera diimplementasikan,” ujarnya.

Integrasikan Berbagai Layanan Digital

ION dikembangkan melalui kolaborasi Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sebagai bagian dari inisiatif kerja sama digital Indonesia-India.

Infrastruktur tersebut dirancang untuk mengintegrasikan berbagai aplikasi dan layanan yang dapat mendukung pelaku usaha dalam mengakses pasar digital, logistik, sistem pembayaran, pembiayaan, asuransi, pengembangan keterampilan, hingga perdagangan berbasis AI.

Head Steering Committee ION Sachin Gopalan menyambut positif peluang kolaborasi dengan Kementerian Ekraf. Menurutnya, pengembangan ION membutuhkan sinergi dengan pemerintah

Chief Executive Officer (CEO) & Founder Indonesia Economic Forum (IEF)Sachin V Gopalan (Foto: Investortrust

berbagai pemangku kepentingan yang memiliki visi serupa.

“Kami sangat mengapresiasi waktu dan diskusi bersama Ibu Wamen Ekraf, serta berharap dapat berkolaborasi membentuk tim kerja bersama pemerintah. ION tidak dapat berhasil sendiri, kami membutuhkan banyak kolaborasi dengan pemerintah dan pihak-pihak yang memiliki visi sama guna membangun ekosistem yang memberdayakan talenta muda, UMKM, dan pelaku ekonomi kreatif lokal,” ujar Sachin.