17 Pesawat Water Bombing Dikerahkan, Penanganan Karhutla Kalimantan Diperkuat

0
203
Penanganan Karhutla
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan bersama sejumlah menteri, Panglima TNI, dan para Kepala Staf Angkatan di kediaman Presiden di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Minggu malam, 23 Agustus 2026. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi tindak lanjut berbagai instruksi pemerintah dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta pemulihan pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Evaluasi tersebut dilakukan dalam pertemuan bersama sejumlah menteri, Panglima TNI, dan para Kepala Staf Angkatan di kediaman Presiden di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu malam, 23 Agustus 2026.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, sepanjang Minggu sore hingga malam, Presiden memanggil sejumlah menteri dan pejabat terkait untuk membahas berbagai isu strategis. Pertemuan bersama jajaran TNI menjadi sesi terakhir dari rangkaian pembahasan tersebut.

“Pada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,” ujar Teddy dalam keterangan tertulis.

17 Pesawat Water Bombing Dikerahkan

Sebagai upaya memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menambah 17 pesawat water bombing. Tambahan armada udara tersebut diarahkan untuk mempercepat proses pemadaman di sejumlah wilayah yang terdampak kebakaran.

Selain dukungan udara, pemerintah juga telah mengerahkan 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan ke Kalimantan. Penguatan personel tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas penanganan kebakaran di lapangan.

Pemerintah turut mengirimkan 200 pompa beserta pipa untuk mendukung pemadaman kebakaran bawah tanah, terutama di wilayah lahan gambut yang memiliki karakteristik penanganan berbeda dengan kebakaran di permukaan.

Pemulihan Pascagempa NTT

Dalam pertemuan tersebut, Presiden juga mengevaluasi kelanjutan rekonstruksi dan penanganan masyarakat yang terdampak gempa di NTT.

Pemerintah memastikan berbagai dukungan yang telah diperintahkan dapat menjangkau wilayah terdampak, sekaligus mempercepat proses pemulihan masyarakat. Dukungan melalui jalur udara menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan bantuan dan kebutuhan penanganan dapat segera diterima di lokasi.

Selain membahas penanganan bencana, Prabowo juga menyampaikan apresiasi terhadap gerak cepat personel TNI dan Polri yang terlibat dalam berbagai operasi di lapangan.

Apresiasi tersebut mencakup penanganan karhutla di Kalimantan, respons terhadap dampak gempa di NTT, serta berbagai tugas pelayanan masyarakat di wilayah lainnya.

“(Presiden menyampaikan) apresiasi terhadap gerak cepat personel TNI-Polri di berbagai sektor dan wilayah seluruh Indonesia,” kata Teddy.

Pemerintah selanjutnya terus memperkuat koordinasi dan memastikan penanganan bencana, perlindungan masyarakat, serta proses pemulihan di wilayah terdampak dapat berlangsung secara cepat dan efektif.