Komoditas Ekspor Jadi Magnet Investasi, Pasar Global Indonesia Terus Diperluas

0
41
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso saat ditemui seusai rapat koordinasi terbatas perkembangan harga komoditas pangan di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, (Foto: Kemendag)

(Vibizmedia – Commodity) Perluasan pasar ekspor menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mendorong investasi yang berorientasi pada peningkatan kapasitas produksi dan penguatan rantai pasok komoditas Indonesia.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan semakin luas akses pasar bagi produk dan komoditas Indonesia, semakin besar pula peluang investor menjadikan Indonesia sebagai basis produksi. Perdagangan dan investasi memiliki keterkaitan erat karena kepastian akses pasar dapat menjadi pertimbangan bagi investor dalam mengembangkan usaha.

“Perjanjian dagang tidak hanya memperlancar perdagangan, tetapi juga memungkinkan investasi. Jika perdagangan berjalan dengan baik, investasi akan mengikuti,” ujar Mendag Budi saat membuka Asian Trade, Tourism, and Economics Council (ATTEC) Global Investment Forum di Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Forum tersebut merupakan bagian dari Jakarta International Investment, Trade, Tourism, and SMEs Expo (JITEX) 2026 yang berlangsung 16–19 September 2026.

Mendag menjelaskan, Indonesia saat ini telah memiliki 25 perjanjian perdagangan yang telah diimplementasikan, sementara dua perjanjian dalam proses ratifikasi dan 13 lainnya masih dalam tahap negosiasi. Perjanjian tersebut menjadi instrumen untuk membuka akses pasar sekaligus memberikan kepastian bagi dunia usaha.

Melalui program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor), Kemendag memberikan fasilitasi mulai dari kurasi produk, business matching dengan buyer, pendampingan desain, hingga dukungan perwakilan perdagangan di negara tujuan.

Sepanjang Januari–Agustus 2026, program tersebut mencatat transaksi ekspor sebesar US$347 juta, dengan sebagian besar pelaku usaha merupakan UMKM yang sebelumnya belum pernah melakukan ekspor.

Mendag mengajak pelaku usaha memanfaatkan Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 pada 14–18 Oktober mendatang untuk memperluas pasar dan menemukan mitra dagang baru.

Selain pasar ekspor, akses pasar domestik juga diperkuat melalui kerja sama dengan HIPPINDO. Produk lokal yang memenuhi standar kualitas dan memiliki daya saing didorong masuk ke jaringan ritel modern.

Ketua Umum HIPPINDO Budihardjo Iduansjah mengatakan penguatan perdagangan dapat membuka peluang investasi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Jakarta dan Indonesia. Kolaborasi tersebut juga mencakup peluang pengembangan kawasan industri dan kawasan ekonomi yang terintegrasi dengan kebutuhan hunian pekerja.