Ketahanan dan Daya Saing Ekonomi Kawasan Jadi Fokus Indonesia di ASEAN

0
99
Ilustrasi: Philippines-Asean Economy (Foto: Kemendag)

(Vibizmedia – Economy & Business) Indonesia mendorong penguatan kemitraan ekonomi ASEAN dengan berbagai negara dan kawasan mitra untuk menghadapi ketidakpastian global sekaligus memperkuat ketahanan dan daya saing ekonomi kawasan.

Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan hal tersebut dalam rangkaian Pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN (AEM) dan pertemuan terkait di Pasay City, Filipina, 17–22 September 2026.

Menurut Roro, ASEAN perlu memperkuat ketahanan energi dan pangan, mendiversifikasi rantai pasok, mempercepat transformasi digital, serta meningkatkan fasilitasi perdagangan dan investasi. Penguatan peran UMKM juga dinilai penting agar manfaat integrasi ekonomi dapat dirasakan lebih luas.

Dalam Pertemuan ke-14 EAS Economic Ministers’ Meeting, Indonesia menekankan perlunya kerja sama praktis untuk membangun rantai pasok yang lebih tangguh. Indonesia juga mendorong optimalisasi berbagai kerangka ASEAN, termasuk ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA) dan Digital Economy Framework Agreement (DEFA).

“Penguatan ketahanan energi dan pangan, serta diversifikasi dan pembangunan rantai pasok harus tetap menjadi prioritas utama kerja sama antarnegara EAS,” ujar Roro.

Indonesia juga mendorong kemitraan ekonomi yang lebih konkret bersama Inggris, Uni Eropa, dan Rusia.

Dalam pertemuan ASEAN-UK, Indonesia menyambut kemajuan ASEAN-UK Economic Integration Programme dan Economic Work Plan serta mendorong program yang lebih praktis dan berorientasi hasil. Pada 2025, perdagangan barang dan jasa ASEAN-UK mencapai £62 miliar, naik 17,4 persen dibandingkan 2024.

Sementara dengan Uni Eropa, Indonesia menekankan penguatan perdagangan, investasi, ekonomi digital, ekonomi sirkular, fasilitasi perdagangan, serta ketahanan rantai pasok. Pada 2025, perdagangan barang ASEAN-UE mencapai USD318,8 miliar, sedangkan investasi UE ke ASEAN mencapai USD31,3 miliar.

Adapun dalam pertemuan ASEAN-Rusia, Indonesia menyambut finalisasi Strategic Programme on Trade and Investment Cooperation (SPTI) 2026–2035 yang mencakup investasi, fasilitasi perdagangan, energi, pertambangan, teknologi digital, dan pengembangan sumber daya manusia.

“Di tengah berbagai tantangan global, kita perlu meningkatkan kerja sama dengan seluruh mitra dagang melalui dialog konstruktif serta solusi yang seimbang dan saling menguntungkan,” kata Roro.

Indonesia menegaskan kerja sama ASEAN perlu diterjemahkan menjadi program yang praktis, terukur, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha, termasuk UMKM.