Satu Dekade IDDC, Desain Jadi Kunci Produk Indonesia Tembus Global

0
47
Kemendag pada acara DASA DAYA Desain Menguatkan Usaha, Menggerakkan Indonesia di Gedung IDDC, Jakarta, pada Selasa, (29 Sep) (Foto: Kemendag)

(Vibizmedia – Industry) Desain semakin menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global. Tidak hanya memperindah tampilan, desain berperan dalam meningkatkan nilai tambah, memenuhi tuntutan keberlanjutan, sekaligus menjadi pertimbangan buyer sebelum melakukan transaksi.

Peran tersebut diperkuat Indonesia Design Development Center (IDDC) yang selama satu dekade menjadi ruang kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, desainer, akademisi, asosiasi, dan pemangku kepentingan dalam mengembangkan produk berorientasi ekspor.

Satu dekade perjalanan IDDC diperingati melalui acara “DASA DAYA: Desain Menguatkan Usaha, Menggerakkan Indonesia” di Gedung IDDC, Jakarta, Selasa (29/9).

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan desain merupakan instrumen strategis untuk meningkatkan nilai tambah produk sekaligus mendorong perekonomian nasional.

“Desain bukan sekadar urusan estetika, melainkan instrumen strategis untuk meningkatkan nilai tambah produk dan memajukan perekonomian,” ujarnya.

Plt. Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag Deden Muhammad Fajar Shiddiq menambahkan, desain menjadi salah satu faktor penentu daya saing, khususnya bagi produk kriya, fesyen, dan alas kaki. Kemampuan menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah menjadi semakin penting dalam menghadapi persaingan global.

Aspek desain juga berkaitan erat dengan tuntutan sustainability di pasar ekspor. Sekitar 80 persen dampak lingkungan dan keberlanjutan suatu produk ditentukan sejak tahap desain, termasuk pemilihan material dan aspek toksisitas.

Karena itu, Kemendag mendorong pelaku usaha dan desainer memanfaatkan IDDC sebagai pusat pengembangan pengetahuan dan kolaborasi. Selama satu dekade, IDDC telah menjalankan berbagai program, antara lain Designers Dispatch Service (DDS), Klinik Desain, serta fasilitasi ke kompetisi desain internasional Good Design Indonesia (GDI) di Jepang.

Dampak pendampingan tersebut dirasakan PT Tartaruga Industri Indonesia. Ahmad dari perusahaan tersebut mengatakan pengembangan desain kemasan melalui IDDC membuka peluang mengikuti berbagai pameran, termasuk Trade Expo Indonesia (TEI), MIHAS, dan FHAFnB di Singapura.

“Dari sana, kami mulai ekspor ke Malaysia dan Brunei Darussalam. Kerja sama kami dengan IDDC sangat berdampak dan kami berharap dapat terus dikembangkan,” ujar Ahmad.

Momentum satu dekade IDDC diharapkan memperluas kolaborasi lintas sektor sekaligus meningkatkan kesiapan produk Indonesia menghadapi standar dan preferensi pasar global.