(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mulai memperkenalkan rangkaian World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 kepada komunitas dan brand kreatif di Jakarta. Forum ekonomi kreatif berskala internasional tersebut akan berlangsung pada 21–23 Oktober 2026 dan menjadi ruang strategis untuk mempertemukan pelaku kreatif Indonesia dengan mitra dari berbagai negara.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar memaparkan agenda dan peluang keterlibatan dalam WCCE 2026 kepada sejumlah komunitas dan brand kreatif di Gedung Balai Kota, Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari persiapan Kementerian Ekraf untuk memastikan ekosistem kreatif nasional tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut mengambil peran dalam berbagai program yang digelar selama rangkaian konferensi.
Irene mengajak komunitas dan brand kreatif yang selama ini telah berkolaborasi dengan Kementerian Ekraf untuk memanfaatkan momentum WCCE 2026 sebagai ruang memperluas jejaring dan membuka peluang kerja sama baru.
“Kami ingin teman-teman yang selama ini telah bekerja bersama kami mengetahui lebih awal berbagai agenda yang sedang dipersiapkan. Kalau ada yang ingin berkolaborasi, mari kita lakukan bersama. Silakan berkoordinasi dengan tim kami agar bisa langsung membicarakan hal-hal teknis mengenai keterlibatannya,” ujar Irene.
Mempertemukan Kreator dengan Mitra Internasional
WCCE 2026 akan menghadirkan sejumlah agenda yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, komunitas, serta pemangku kepentingan ekonomi kreatif dari berbagai negara.
Selain pertemuan tingkat menteri dan diskusi bersama tokoh industri kreatif, forum tersebut juga akan menghadirkan agenda jejaring bisnis. Pelaku usaha Indonesia akan memiliki kesempatan bertemu dengan calon mitra internasional untuk menjajaki potensi kerja sama.
Salah satu fasilitas yang disiapkan adalah business matching, yang memungkinkan pelaku ekonomi kreatif membangun komunikasi secara lebih terarah dengan mitra potensial dari berbagai sektor dan negara.
Dengan skema tersebut, WCCE 2026 tidak hanya menjadi forum pertukaran gagasan mengenai perkembangan ekonomi kreatif global, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai pintu masuk bagi produk, jasa, dan talenta kreatif Indonesia untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Creative Village Hadirkan Wajah Ekonomi Kreatif Indonesia
Semarak WCCE 2026 juga akan diperkuat melalui Creative Village yang berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 di kawasan SCBD, Jakarta, dan sejumlah lokasi di sekitarnya.
Creative Village akan menjadi ruang yang menampilkan keragaman subsektor ekonomi kreatif Indonesia. Pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas yang berkaitan dengan musik, desain, arsitektur, produk gaya hidup, gim, film, animasi, hingga konten digital.
Aktivasi di sejumlah ruang publik juga dipersiapkan untuk menciptakan pengalaman kreatif yang lebih dekat dengan masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, WCCE diharapkan tidak hanya berlangsung di ruang konferensi, tetapi juga dapat dirasakan secara langsung oleh publik.
Brand Lokal Berpeluang Masuk Paket Delegasi
Kementerian Ekraf juga membuka kesempatan bagi brand lokal untuk memperkenalkan produk mereka kepada delegasi internasional melalui paket penyambutan peserta WCCE 2026.
Kesempatan tersebut dinilai strategis karena produk yang masuk dalam paket delegasi dapat menjadi salah satu cara memperkenalkan kreativitas dan karakter Indonesia kepada tamu dari berbagai negara.
Irene menjelaskan, brand yang ingin berpartisipasi perlu memastikan produk memiliki identitas WCCE serta dilengkapi informasi yang jelas mengenai cerita produk, nama brand, dan kontak yang dapat dihubungi.
“Bagi teman-teman brand yang ingin produknya dibagikan kepada delegasi, ada dua hal yang kami minta. Pertama, produk tersebut memiliki identitas WCCE. Kedua, harus ada cerita mengenai produknya, termasuk nama dan kontak yang dapat dihubungi. Jadi, ketika ada delegasi yang tertarik, mereka tahu harus menghubungi siapa,” jelas Irene.
Dengan demikian, keikutsertaan brand tidak berhenti pada distribusi produk, tetapi juga diarahkan untuk membuka peluang hubungan bisnis setelah konferensi berakhir.
Komunitas Menjadi Bagian Penting
Ruang kolaborasi dalam WCCE 2026 juga terbuka melalui peluncuran karya, pengumuman kerja sama, kegiatan komunitas, maupun berbagai aktivasi yang memanfaatkan ruang selama penyelenggaraan konferensi.
Kementerian Ekraf turut menggandeng SCBD Weekland untuk menghadirkan aktivitas kreatif yang dapat mempertemukan pelaku usaha dengan masyarakat dan pengunjung kawasan SCBD.
Keterlibatan komunitas dinilai penting karena ekosistem ekonomi kreatif tidak hanya dibangun oleh industri berskala besar, tetapi juga oleh komunitas dan pelaku kreatif yang menjadi sumber lahirnya berbagai gagasan dan karya baru.
Senior Vice President UniPin, Debora Imanuella, menyambut positif penyelenggaraan WCCE 2026, terutama kesempatan yang diberikan kepada komunitas untuk bertemu langsung dengan pembicara dan pelaku industri.
“Yang paling saya nantikan adalah sesi pembicara, komunitas, dan networking. Acara seperti ini menjadi kesempatan untuk bertemu langsung dengan orang-orang yang sebelumnya hanya kita lihat di media sosial atau baca di berita. Kita juga bisa mengeksplorasi peluang bersama brand, pemerintah, dan pelaku industri,” ujar Debora.
Momentum Menuju Hari Ekonomi Kreatif Nasional
Penyelenggaraan WCCE 2026 juga berlangsung berdekatan dengan Hari Ekonomi Kreatif Nasional pada 24 Oktober. Momentum tersebut akan diperkuat melalui gerakan Oktober Kreasi, yang menjadi bagian dari upaya memperluas eksposur terhadap berbagai aktivitas dan karya ekonomi kreatif di Indonesia.
Melalui rangkaian agenda tersebut, Kementerian Ekraf mendorong agar momentum WCCE tidak hanya menjadi pertemuan internasional, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi pelaku ekonomi kreatif nasional.
WCCE 2026 diharapkan menjadi jembatan yang menghubungkan kreator, komunitas, brand, pemerintah, industri, dan mitra internasional. Dari pertukaran ide hingga business matching, dari Creative Village hingga produk yang dibawa pulang para delegasi, seluruh rangkaian tersebut diarahkan untuk memperkuat posisi ekonomi kreatif Indonesia di tingkat global.
Pada akhirnya, WCCE 2026 bukan sekadar forum untuk membicarakan masa depan ekonomi kreatif, tetapi juga menjadi kesempatan bagi karya dan talenta Indonesia untuk dilihat, dikenal, terhubung, dan membuka peluang baru di pasar internasional.









