Kementerian Perdagangan menyiapkan Paviliun Industri Strategis di Hall 5 untuk memperkenalkan kemampuan industri nasional kepada pembeli internasional sekaligus membuka peluang ekspor dan kerja sama bisnis.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, mengatakan paviliun tersebut menunjukkan kemampuan industri Indonesia dalam menghasilkan produk yang mampu bersaing di pasar global.
“Paviliun Industri Strategis di TEI 2026 menunjukkan kemampuan industri manufaktur dan teknologi tinggi Indonesia yang telah bersaing di pasar global,” ujar Puntodewi.
Sejumlah perusahaan nasional akan berpartisipasi, antara lain PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT Nusantara Turbin dan Propulsi (NTP), PT Kemenangan, DTECH Engineering, dan Polytron. Produk serta kapabilitas yang ditampilkan mencakup kendaraan dan produk pertahanan, pesawat terbang, komponen kedirgantaraan, pemeliharaan mesin pesawat dan turbin industri, peralatan navigasi maritim, elektronik, hingga kendaraan listrik.
Selain industri strategis, Kemendag menghadirkan berbagai paviliun manufaktur di Hall 5–9. Produk yang ditampilkan terbagi dalam tujuh kelompok, yakni elektronik, komponen dan logam; alas kaki dan kosmetik; alat musik; farmasi dan alat kesehatan; tekstil; furnitur; serta produk dari kawasan berikat.
Khusus produk elektronik, komponen, dan logam, Paviliun Produk Manufaktur mencakup Paviliun Elektronik, Paviliun Komponen, dan Paviliun Logam Olahan atau Indonesia Metalworks Pavilion. Ketiganya menawarkan produk dan solusi untuk mendukung kebutuhan berbagai sektor industri.
Paviliun lain, seperti Paviliun Alas Kaki, Furnitur, Tekstil, Kawasan Berikat, Farmalkes, Kosmetik, dan Alat Musik, turut memperlihatkan keragaman kemampuan manufaktur Indonesia, mulai dari produk berbasis kreativitas dan desain hingga produk yang membutuhkan teknologi serta standar produksi khusus.
Menurut Puntodewi, keberagaman tersebut memperlihatkan potensi ekspor manufaktur Indonesia yang tidak hanya bertumpu pada industri berskala besar, tetapi juga pada inovasi dan kualitas produk dari berbagai sektor.
Melalui TEI 2026, Kemendag berharap pelaku industri nasional dapat memperluas akses pasar, menjalin kemitraan dengan pembeli mancanegara, serta memperkuat posisi produk manufaktur Indonesia dalam rantai pasok global.









