Indonesia-Finlandia Perkuat Bisnis, I-EU CEPA Buka Peluang Ekspor Baru

0
60
Pertemuan bilateral Wamendag Roro dengan Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Pembangunan Finlandia, Ville Tavio di Jakarta (Foto: Kemendag)
(Vibizmedia – Economy & Businss) Indonesia dan Finlandia menjajaki peluang untuk memperkuat perdagangan bilateral melalui peningkatan interaksi bisnis, pengembangan perusahaan rintisan, serta perluasan akses pasar bagi produk unggulan kedua negara.

Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan bilateral Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri dengan Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Pembangunan Finlandia Ville Tavio di Jakarta, Selasa (13/10).

Wamendag Roro menilai penguatan hubungan antarpelaku usaha menjadi kunci untuk mendiversifikasi perdagangan dan membangun rantai pasok yang lebih tangguh. Langkah tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan frekuensi business matching, misi dagang, forum bisnis, serta pertemuan langsung antara perusahaan Indonesia dan Finlandia.

Sejumlah sektor potensial yang dapat dikembangkan mencakup mesin industri, elektronik, produk hilirisasi mineral, kopi, komponen otomotif, teknologi berkelanjutan, dan produk bernilai tambah lainnya.

Indonesia juga mendorong kerja sama lembaga promosi perdagangan dan asosiasi bisnis kedua negara untuk memperkuat daya saing UMKM nasional. Dukungan yang diperlukan meliputi informasi pasar, kesiapan ekspor, pemenuhan standar produk, serta kepatuhan terhadap regulasi.

Khusus untuk pasar Eropa, Indonesia menilai kerja sama teknis dalam memenuhi persyaratan keberlanjutan Uni Eropa, termasuk EUDR dan CBAM, penting untuk membantu eksportir menembus pasar. Wamendag Roro pun mengundang pelaku usaha Finlandia menghadiri Trade Expo Indonesia (TEI) pada 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD City, Tangerang.

Peluang perdagangan juga diharapkan semakin terbuka melalui penandatanganan, ratifikasi, dan implementasi Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA). Perjanjian ini berpotensi memperluas pasar bagi produk Indonesia, seperti minyak kelapa sawit dan turunannya, alas kaki, produk kelistrikan dan elektronik, serta barang manufaktur lainnya.

Sedangkan perusahaan Finlandia berpeluang memperoleh akses lebih baik ke pasar Indonesia, khususnya untuk mesin industri, teknologi canggih, dan solusi industri berkelanjutan.

Menteri Ville Tavio turut menyoroti potensi kolaborasi dalam ekosistem perusahaan rintisan dan UMKM. Ia memperkenalkan Slush, forum internasional perusahaan rintisan dan inovasi di Finlandia, sebagai wadah untuk memperluas jejaring serta kemitraan bisnis.

Total perdagangan Indonesia-Finlandia mencapai USD 593,3 juta pada 2025, dengan tren pertumbuhan 7,76% sepanjang 2021–2025. Komoditas ekspor utama Indonesia mencakup karet alam, mesin dan peralatan listrik, tembaga, telepon, serta perlengkapan rumah tangga.

Penguatan kerja sama bisnis dan percepatan I-EU CEPA diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan nilai perdagangan, memperluas penetrasi pasar, serta menciptakan peluang investasi dan kemitraan baru bagi dunia usaha kedua negara.