
(Vibizmedia – Economy & Business) Perjanjian kemitraan ekonomi Indonesia-Uni Eropa melalui Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) diharapkan membuka akses pasar yang lebih luas, mendorong investasi berkelanjutan, serta meningkatkan daya saing pelaku usaha di pasar global. Khususnya dengan negara Swedia.
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan hal tersebut dalam forum bisnis bertajuk Delivering on The EU-Indonesia CEPA: Turning Commitment into Trade and Investment Opportunities pada Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten, 14–18 Oktober 2026.
Menurut Roro, Swedia memiliki peran strategis dalam memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dengan Eropa, terutama melalui kolaborasi di bidang inovasi, teknologi, keberlanjutan, dan pengembangan industri.
“I-EU CEPA mencerminkan komitmen bersama untuk menciptakan kemitraan yang terbuka, inklusif, dan saling menguntungkan,” ujarnya.
I-EU CEPA menyediakan kerangka kerja komprehensif yang mencakup perdagangan, investasi, jasa, transparansi regulasi, dan keberlanjutan. Kerja sama ini menghubungkan pasar dengan lebih dari 733 juta konsumen dan produk domestik bruto (PDB) gabungan sekitar USD 22,7 triliun. Pada 2025, perdagangan Indonesia-Uni Eropa tercatat mencapai USD 31,7 miliar.
Potensi kerja sama juga tercermin dari perkembangan hubungan bilateral Indonesia-Swedia. Sepanjang 2021–2025, perdagangan kedua negara tumbuh rata-rata 5,91 persen per tahun hingga mencapai sekitar USD 872,2 juta pada 2025.
Indonesia mengekspor sejumlah produk, antara lain minyak kelapa sawit, alas kaki, produk kelapa, dan barang manufaktur. Sebaliknya, Swedia memasok peralatan industri, produk otomotif, dan teknologi. Pada periode yang sama, investasi langsung Swedia di Indonesia mencapai USD 344,4 juta untuk mendukung pengembangan industri dan kolaborasi bisnis.
Duta Besar Swedia untuk Indonesia Daniel Blockert menilai I-EU CEPA sebagai pencapaian besar dalam membangun kemitraan baru yang lebih kuat di tengah dinamika global.
Sementara itu, perwakilan PT Wilmar Krisna Davi mengapresiasi forum tersebut karena memberikan informasi terbaru mengenai perjanjian perdagangan Indonesia dengan negara mitra.
Pemerintah Indonesia berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan Uni Eropa, Swedia, dan komunitas bisnis untuk menerjemahkan kesepakatan perdagangan menjadi peluang usaha, kemitraan konkret, serta manfaat ekonomi jangka panjang.








