(Vibizmedia – Bangkok) Menteri Keuangan Suahasil Nazara memperkuat penjajakan kerja sama dengan sejumlah negara dan lembaga keuangan internasional guna memperluas sumber pembiayaan, mendorong investasi, serta mempercepat pelaksanaan proyek strategis di Indonesia. Upaya tersebut dilakukan melalui serangkaian pertemuan bilateral dengan Thailand, Singapura, Japan Bank for International Cooperation (JBIC), World Bank, dan International Finance Corporation (IFC) di Bangkok, Thailand, Rabu (14/10).
Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah memperluas peluang pelaku usaha nasional untuk memasuki pasar global. Dalam pertemuan dengan IFC, Suahasil membahas potensi kolaborasi bersama Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk memperoleh pendanaan jangka panjang sekaligus mengoptimalkan sumber pembiayaan eksternal bagi kegiatan ekspor.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai pasok dalam negeri, terutama pada sektor pertanian, manufaktur, logistik, jasa, dan perikanan. Ketersediaan pembiayaan yang memadai dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing perusahaan Indonesia di pasar internasional.
IFC juga mendorong perluasan pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui PNM, OTO Finance, dan Amartha. Selain memperluas akses modal, dukungan diarahkan pada pengembangan layanan keuangan digital, pemberdayaan perempuan pelaku usaha, serta peningkatan akses pembiayaan bagi masyarakat perdesaan. IFC turut mengungkapkan rencana pemindahan sejumlah posisi senior dari Singapura ke Jakarta sebagai bagian dari penguatan kehadirannya di Indonesia.
Dalam pembahasan yang sama, pengembangan pasar modal menjadi salah satu aspek penting untuk memperbesar peran sektor swasta dalam perekonomian. Suahasil menekankan perlunya menjaga kredibilitas pasar modal agar tetap menjadi sumber pendanaan yang dapat diandalkan. Upaya memperluas basis investor dan mengembangkan instrumen pembiayaan tematik juga dinilai berpotensi meningkatkan partisipasi modal swasta dalam mendukung berbagai kegiatan produktif.
Di tengah upaya memperbesar investasi, pemerintah tetap menaruh perhatian pada pengelolaan fiskal yang sehat dan berkelanjutan. Hal tersebut dibahas dalam pertemuan dengan Wakil Presiden World Bank untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik, Carlos Felipe Jaramillo, serta Direktur World Bank untuk Indonesia dan Timor-Leste, Carrie Turk.
Pertemuan tersebut menyoroti tantangan dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan mempercepat pertumbuhan ekonomi, keterbatasan sumber daya fiskal, dan efektivitas penggunaan anggaran negara. Pengelolaan belanja yang tepat menjadi penting agar kebijakan pembangunan dapat memberikan hasil optimal tanpa mengabaikan kredibilitas fiskal.
World Bank menyatakan kesiapan mendukung sejumlah prioritas pembangunan Indonesia. Bentuk dukungan tersebut antara lain pengembangan UMKM melalui pembiayaan digital, inisiatif Agricollect di sektor pertanian, serta keterlibatan dalam program kesehatan. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat produktivitas pelaku usaha dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan program pembangunan.
Sementara itu, pengembangan infrastruktur dan penguatan ketahanan energi menjadi pokok pembahasan dalam pertemuan Suahasil dengan Gubernur JBIC. Salah satu proyek yang dibahas adalah fasilitas pengolahan sampah menjadi energi atau waste-to-energy di Legok Nangka, Jawa Barat.
Suahasil juga mendorong penjajakan kerja sama antara JBIC dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) untuk mendukung pembiayaan proyek-proyek infrastruktur, baik yang masih dalam tahap perencanaan maupun yang tengah berjalan. Kemitraan tersebut diharapkan dapat membuka alternatif pendanaan dan mempercepat realisasi proyek strategis nasional.
Pada lingkup regional, pertemuan dengan Menteri Kedua Keuangan Singapura, Indranee Rajah, membahas peluang memperdalam integrasi dan kerja sama keuangan di kawasan ASEAN. Sejumlah agenda yang menjadi perhatian meliputi pengembangan pasar karbon, pemanfaatan blended finance atau pembiayaan campuran untuk mendukung solusi berbasis alam, serta peningkatan konektivitas infrastruktur dan energi melalui ASEAN Power Grid.
Kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi, yang semakin berperan dalam mendorong efisiensi serta transformasi sektor keuangan.
Rangkaian pertemuan tersebut mencerminkan langkah Indonesia untuk memperkuat hubungan dengan mitra internasional dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Melalui diversifikasi sumber pembiayaan, peningkatan investasi swasta, penguatan ekspor, serta pengembangan infrastruktur dan energi, pemerintah berupaya menciptakan fondasi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, produktif, dan berkelanjutan.









