Pemerintah Perkuat Pemberdayaan Pertanian untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan

0
43
Menko PM Muhaimin Iskandar menyampaikan keterangan kepada awak media di Jakarta, Senin (19/10/2026). (Foto: Kemenko PM)

(Vibizmedia – Jakarta) Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar memperkuat sinergi dengan Kementerian Pertanian untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan peluang ekonomi, meningkatkan penghasilan keluarga, serta mendorong kemandirian masyarakat.

Usai bertemu dengan Menteri Pertanian Andi Amran di Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (19/10/2026), Muhaimin menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian telah membangun berbagai ekosistem pemberdayaan yang disesuaikan dengan wilayah maupun komoditas unggulan.

“Kita melihat Kementerian Pertanian telah melakukan berbagai ekosistem pemberdayaan, baik berbasis zona lokasi, lokus, maupun berbasis kepada komoditas,” ujarnya.

Menurut Muhaimin, sektor pertanian dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat apabila dikembangkan secara menyeluruh. Program pemberdayaan tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga perlu memastikan tersedianya peluang usaha dan sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah akan memfokuskan intervensi pada 88 kabupaten/kota yang ditetapkan sebagai wilayah prioritas penanggulangan kemiskinan. Dari wilayah tersebut, pemerintah akan menentukan lokasi percontohan dengan mempertimbangkan tingkat kemiskinan serta kebutuhan penanganan di masing-masing daerah.

Program yang dijalankan nantinya disesuaikan dengan karakteristik dan potensi setempat. Sejumlah komoditas yang dinilai berpeluang dikembangkan meliputi peternakan ayam, budidaya cabai, singkong, dan kopi. Pengembangan komoditas tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan sumber daya lokal sekaligus memperluas kesempatan masyarakat untuk memperoleh penghasilan.

Muhaimin menekankan bahwa pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian harus terintegrasi dari hulu hingga hilir. Rangkaian kegiatan mencakup penyiapan lahan, penanaman, produksi, pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran. Dengan keterhubungan tersebut, produk yang dihasilkan masyarakat diharapkan memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Dari hulu sampai hilir harus jelas. Mulai dari penanaman dan pengelolaan di hulu, kemudian pengemasan, target konsumennya, sampai produknya masuk pasar atau bahkan menjadi komoditas ekspor. Itulah bukti bahwa sistem pemberdayaan berjalan,” katanya.

Pemerintah juga akan mendorong program produktif yang hasilnya dapat dirasakan dalam waktu relatif cepat, sembari membangun fondasi usaha yang kuat untuk jangka menengah dan panjang. Salah satu contoh yang disoroti Muhaimin adalah hilirisasi kelapa, yang mampu menghasilkan produk bernilai tambah hingga menembus pasar ekspor.

Untuk merealisasikan strategi tersebut, Kemenko PM akan mengoordinasikan kementerian dan lembaga terkait agar pelaksanaan program serta pemanfaatan anggaran lebih terarah. Selain dukungan Kementerian Pertanian dalam peningkatan produksi, sinergi juga diperlukan untuk memperkuat UMKM, meningkatkan kualitas pengemasan, memperluas akses pasar, memberdayakan ekonomi desa, serta mengatasi berbagai hambatan perdagangan.

Melalui kerja sama lintas sektor ini, pemerintah berharap potensi pertanian di berbagai daerah dapat berkembang menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan. Program yang disesuaikan dengan kebutuhan wilayah dan terhubung dengan pasar diharapkan mampu meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan.