Karhutla Meluas di Lima Daerah, 78,55 Hektare Lahan Terbakar

0
102
Water Bombing
Satu unit helikopter water bombing untuk memadamkan api di wilayah Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat, Senin, 19 Oktober 2026. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda lima wilayah di Indonesia, mulai dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total luas lahan yang terbakar mencapai 78,55 hektare dalam laporan kejadian bencana periode Selasa (20/10) hingga Rabu (21/10/2026) pukul 07.00 WIB.

Berdasarkan laporan Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB, kejadian karhutla tersebut tersebar di Kabupaten Sinjai, Tojo Una-Una, Sigi, Boyolali, dan Mojokerto. Sebagian kebakaran berhasil dipadamkan pada hari yang sama, sementara penanganan di sejumlah lokasi terkendala kondisi medan yang sulit.

Di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, kebakaran terjadi pada Selasa (20/10) pukul 11.30 WITA di Dusun Bonto Sunggu, Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat. Api membakar lahan seluas empat hektare. BPBD Kabupaten Sinjai bersama tim gabungan berhasil memadamkan api pada pukul 15.45 WITA. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kebakaran yang lebih luas terjadi di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Api melalap lahan seluas 10 hektare di Desa Uekuli, Kecamatan Tojo, pada Selasa (20/10) sekitar pukul 13.30 WITA. BPBD setempat mengerahkan satu unit mobil tangki serta tim untuk melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan guna mendukung upaya pemadaman.

Masih di Sulawesi Tengah, karhutla melanda kawasan puncak Gunung Ranindi di wilayah Kabupaten Sigi pada Selasa (20/10) sekitar pukul 12.00 WITA. Luas lahan yang terbakar dilaporkan mencapai 60 hektare, menjadikannya lokasi dengan dampak kebakaran terbesar dalam laporan tersebut.

Kebakaran diduga berkaitan dengan aktivitas masyarakat dalam pengelolaan pohon damar. BPBD Kabupaten Sigi bersama tim gabungan melakukan asesmen, pemadaman, dan penyekatan api. Namun, upaya penanganan menghadapi kendala akibat kondisi medan yang sulit.

Sementara itu, di Jawa Tengah, kebakaran terjadi di kawasan lereng Gunung Merbabu, Kabupaten Boyolali, pada Selasa (20/10) pukul 09.30 WIB. Api membakar lahan seluas 2,55 hektare yang mencakup Desa Jelok di Kecamatan Boyolali, Desa Ngagrong di Kecamatan Gladagsari, serta Kelurahan Kemiri di Kecamatan Mojosongo.

BPBD Kabupaten Boyolali melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan berbagai instansi serta pemerintah setempat. Relawan bersama masyarakat turut dikerahkan untuk membantu proses pemadaman.

Di Jawa Timur, karhutla menghanguskan dua hektare lahan di Petak 5A RPH Kemloko, BKPH Pacet, KPH Pasuruan, yang berada di wilayah Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Kebakaran terjadi pada Selasa (20/10) pukul 14.00 WIB.

BPBD Kabupaten Mojokerto berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Timur dan Perhutani untuk menangani kebakaran tersebut. Api berhasil dipadamkan pada pukul 15.45 WIB, kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk mencegah munculnya kembali titik api.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, terutama terhadap ancaman karhutla dan kekeringan. Pemerintah daerah juga diminta memperkuat kesiapsiagaan, memastikan ketersediaan air bersih, serta mengoptimalkan langkah mitigasi untuk mengurangi risiko bencana.

Masyarakat di sekitar wilayah terdampak karhutla diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, khususnya ketika kondisi udara terganggu asap. Warga juga diminta tidak membakar lahan, menghindari pembakaran sampah di area rawan kebakaran, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.

Apabila menemukan titik api, potensi kebakaran, atau kondisi darurat lainnya, masyarakat dapat segera menghubungi layanan darurat BNPB melalui nomor 117 atau BPBD setempat.