Menuju WCCE 2026, Jakarta Bersiap Jadi Panggung Ekonomi Kreatif Dunia

0
1635
Foto: Kemenekraf
(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Ekonomi Kreatif terus mematangkan persiapan penyelenggaraan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 dengan memastikan kesiapan sejumlah lokasi utama di Jakarta. Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, meninjau langsung Hotel Indonesia Kempinski dan kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Senin (19/10/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan optimal sekaligus menunjukkan kemampuan Indonesia dalam mengembangkan kekayaan intelektual atau Intellectual Property (IP) melalui penyelenggaraan acara berskala internasional.

Teuku Riefky menyampaikan bahwa persiapan WCCE 2026 tidak hanya menyangkut aspek teknis penyelenggaraan, tetapi juga upaya menciptakan ruang interaksi dan kolaborasi bagi berbagai pemangku kepentingan. Forum ini diharapkan mempertemukan pemerintah, akademisi, investor, komunitas, kreator, pelaku ekonomi kreatif, dan media untuk bertukar gagasan serta membangun kemitraan lintas negara.

WCCE 2026 akan berlangsung selama lima hari, mulai 21 hingga 25 Oktober 2026. Di Hotel Indonesia Kempinski, sejumlah agenda utama telah disiapkan, antara lain Friends of Creative Economy dan Ministerial Meeting di Bali Room, pertemuan bilateral di Ruang Palapi dan Jati, serta sesi pleno di Kempinski Grand Ballroom. Selain itu, terdapat Creative Sessions dan B2B Matchmaking yang akan berlangsung di CGV Grand Indonesia.

Sementara itu, kawasan SCBD akan menjadi lokasi penyelenggaraan Creativillage, yang menghadirkan beragam subsektor ekonomi kreatif. Ashta District 8 atau Village One akan menampilkan bidang arsitektur, desain, dan fesyen. Adapun MGP Space atau Village Two akan menjadi ruang bagi subsektor gim interaktif, film, produk UMKM, aktivitas komunitas, hingga modifikasi otomotif.

Village Three disiapkan sebagai pusat perayaan WCCE Weekland pada 24–25 Oktober 2026. Kawasan ini akan memadukan pertunjukan seni, sajian kuliner, dan berbagai produk kreatif lokal. Menteri Ekraf juga memeriksa kesiapan lokasi Welcoming Dinner bertajuk “Soul of Indonesia” di Akasta serta Diplomatic Dinner di Treasury 78.

Menurut Teuku Riefky, penyelenggaraan WCCE merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang menunjukkan potensi Indonesia dalam mengembangkan dan mengangkat kekayaan intelektual acara ke tingkat global. Kesempatan menjadi tuan rumah konferensi internasional ini juga dinilai strategis untuk memperkenalkan kekuatan ekonomi kreatif nasional kepada dunia.

WCCE 2026 turut bertepatan dengan peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional pada 24 Oktober, yang menjadi bagian dari gerakan OktoberKreasi. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat ekosistem kreatif di daerah, memperluas akses pasar internasional, serta mendorong terciptanya lapangan kerja berkualitas.

Mengusung tema “Inclusively Creative: Collective Continuity”, WCCE 2026 diharapkan mampu menghubungkan kreativitas lokal dengan peluang investasi, memperkuat perlindungan kekayaan intelektual, dan memperluas keterlibatan pelaku ekonomi kreatif Indonesia dalam rantai pasok global.

Dalam peninjauan tersebut, Teuku Riefky didampingi Sekretaris Kementerian Ekraf Dessy Ruhati, Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Mohammed Ali Berawi, Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Yuke Sri Rahayu, Deputi Bidang Kreativitas Media Cecep Rukendi, serta jajaran staf khusus, staf ahli, tenaga ahli, pejabat Kementerian Ekraf, dan panitia pelaksana WCCE 2026.