Investasi Hulu Migas Indonesia Tunjukkan Tren Positif, Proyek Strategis Terus Berkembang

0
80
Anjungan pengeboran lepas pantai milik PT Pertamina Hulu Energi di Aceh Utara. (Foto: PHE)

 

(Vibizmedia – Jakarta) Iklim investasi sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) Indonesia menunjukkan perkembangan positif dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Perbaikan tata kelola, fleksibilitas skema kontrak, serta pemberian insentif yang kompetitif dinilai menjadi faktor yang meningkatkan daya tarik investasi bagi pelaku industri migas.

Founder & Advisor ReforMiner Institute, Pri Agung Rakhmanto, menilai keberlanjutan investasi perusahaan yang telah beroperasi di Indonesia serta perkembangan proyek gas berskala besar menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan sektor hulu migas. Upaya tersebut juga berperan dalam mendukung ketahanan energi nasional.

“Jadi, berbagai upaya sudah dilakukan, trennya naik. Itu artinya kemudian yang beroperasi di sini itu memang masih melanjutkan investasinya di Indonesia,” ujar Pri Agung dalam keterangan resmi, Kamis (22/10/2026).

Data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menunjukkan, realisasi investasi sektor hulu migas hingga 31 Agustus 2026 mencapai USD10,4 miliar atau setara Rp179,2 triliun berdasarkan perhitungan unaudited.

Perkembangan tersebut melanjutkan tren peningkatan investasi setelah pandemi. Pada 2020, realisasi investasi tercatat sebesar USD10,5 miliar, kemudian meningkat menjadi USD14,9 miliar atau sekitar Rp245,5 triliun pada 2025. Untuk 2026, pemerintah menargetkan investasi sektor hulu migas mencapai USD17,9 miliar hingga akhir tahun.

Daya saing Indonesia dalam menarik investasi migas juga terlihat dari penilaian global pada kategori Activity & Success. Pada 2026, Indonesia menempati peringkat keempat dari 15 negara yang dinilai, mencerminkan potensi aktivitas eksplorasi dan keberhasilan pengembangan sektor tersebut.

Salah satu perkembangan penting adalah proyek North Hub di lepas pantai Kalimantan Timur yang dikembangkan perusahaan migas asal Italia, Eni, dengan nilai investasi USD11,8 miliar. Selain itu, enam pemenang lelang wilayah kerja pada September 2026 menyatakan komitmen pasti dengan nilai total USD141,5 juta.

Berbagai perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa perbaikan iklim investasi dan keberlanjutan proyek strategis menjadi elemen penting dalam mendorong pertumbuhan sektor hulu migas Indonesia. Ke depan, konsistensi kebijakan dan pengembangan potensi sumber daya migas diharapkan dapat meningkatkan investasi sekaligus memperkuat pasokan energi nasional.