Bappebti Rilis Rating Pialang Berjangka, Ini 12 Perusahaan dengan Peringkat Teratas

0
65
Ilustrasi trading pialang berjangka

(Vibizmedia – Economy & Business) Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) merilis hasil pemeringkatan atau rating terhadap 69 perusahaan pialang berjangka aktif untuk periode triwulan III 2026 (Juli–September).

Hasil pemeringkatan ini diharapkan menjadi salah satu acuan bagi masyarakat dalam memilih perusahaan pialang berjangka yang memiliki kinerja baik, patuh terhadap regulasi, dan mengutamakan perlindungan nasabah.

Peringkat pertama adalah PT PG Berjangka, dan peringkat kedua diraih oleh lima perusahaan sekaligus, yakni PT Didi Max Berjangka, PT Inter Pan Pasifik Futures, PT Java Global Futures, PT MRG Mega Berjangka, dan PT XTB Indonesia Berjangka.

Selanjutnya, PT Quickpro Berjangka Indonesia berada di peringkat ketiga. Posisi keempat ditempati PT Argodana Futures, PT Premier Equity Futures, dan PT Straits Futures Indonesia. Lalu peringkat kelima diraih PT Esandar Arthamas Berjangka dan PT Finex Bisnis Solusi Futures.

Kepala Bappebti Tirta Karma Senjaya mengatakan, pemeringkatan berkala bukan sekadar memberikan peringkat kepada perusahaan, melainkan menjadi instrumen untuk meningkatkan profesionalisme, transparansi, kualitas pelayanan, dan tata kelola industri Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK).

Hasil penilaian juga menjadi dorongan bagi pelaku usaha untuk semakin memperhatikan kepatuhan terhadap regulasi serta perlindungan nasabah.

Sementara, Kepala Biro Pengawasan dan Penindakan PBK, SRG, dan PLK Muhammad Suaib Sulaiman menjelaskan, penilaian dilakukan berdasarkan tiga indikator utama, yaitu kinerja perusahaan, nilai pengurang, dan nilai penambah.

Indikator kinerja mencakup integritas keuangan, kepatuhan kegiatan usaha, transaksi, serta penerapan program Anti-Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT). Sementara itu, nilai pengurang mempertimbangkan jumlah pengaduan nasabah, penerapan sanksi, dan hasil audit. Adapun nilai penambah diberikan kepada perusahaan yang berkontribusi dalam meningkatkan likuiditas dan dinamika perdagangan berjangka.

Data penilaian bersumber dari laporan perusahaan kepada Bappebti serta hasil pengawasan langsung (onsite).

Bappebti akan terus menyempurnakan sistem penilaian dan memperkuat pengawasan berbasis risiko (risk-based supervision) guna menciptakan industri PBK yang sehat, tertib, transparan, dan berintegritas.

Kepercayaan masyarakat diharapkan meningkat dan industri perdagangan berjangka dapat memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional.