Dorong Perekonomian Daerah, Pemerintah Realisasikan Kawasan Industri Batulicin dan Jorong di Kalsel

0
903
Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas evaluasi program proyek strategis nasional dan program prioritas di Kantor Presiden. FOTO : SETPRES/LAILY

(Vibizmedia – Nasional) Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai mengalami kenaikan menjadi 4,38% pada tahun 2016 dari sebelumnya sebesar 3,84% pada tahun 2015.

Hal ini terjadi berdampak dari turunnya harga komoditas di pasaran dunia. Peningkatan ini, berdampak sangat baik, khususnya bagi ekspor komoditas andalan di Provinsi Kalimantan Selatan seperti batubara, CPO, karet yang juga harganya mulai sedikit naik.

Presiden Joko Widodo sampaikan ini menunjukkan adanya peningkatan kontribusi ekspor neto di 2016 mengalami kontraksi lebih dari 5% dari tahun sebelumnya, terangnya dalam rapat terbatas mengenai evaluasi pelaksanaan proyek strategis nasional dan program prioritas provinsi Kalimantan Selatan di Kantor Presiden, Senin (10/4).

Berdasarkan data yang dimiliki Presiden, 20,87% perekonomian Kalimantan Selatan berasal dari kontribusi sektor pertambangan. Ketergantungan perekonomian Kalimantan Selatan pada ekspor komoditas bahan mentah, terutama pertambangan menyimpan sebuah kerentanan, ungkap Presiden.

Untuk itu, dirinya meminta agar Kementerian/Lembaga dan kepala daerah terkait untuk mengurangi ketergantungan pertambangan untuk bergeser pada pengembangan sektor unggulan seperti pertanian, kehutanan, perikanan serta industri pengolahan.

Presiden sampaikan pergeseran yang paling penting adalah industri pengolahan, dimana bahan-bahan mentah yang ada diarahkan untuk masuk ke industri pengolahan, terang Presiden.

Saat ini, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan memiliki kontribusi 14,91% yang diikuti dengan industri pengolahan di angka 13,98%. Terkait dengan pengembangan sektor pertanian dan perkebunan, Presiden minta fokus untuk pengembangan produk unggulan daerah dan disiapkan infrastruktur penunjangnya.

Pengembangan sektor pertanian, perkebunan  tersebut harus betul-betul terintegrasi dengan industri pengolahan, sehingga memiliki multiplier effect yang lebih besar bagi perekonomian daerah, ungkap Presiden.

Oleh karena itu, hilirisasi menjadi sebuah keharusan dalam membangun Kalimantan Selatan dan juga dapat memberikan nilai tambah bagi ekonomi daerah, dan diharapkan juga mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja serta membuat pembangunan Kalimantan Selatan lebih merata.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden mendorong agar jajarannya mempercepat pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di Kalimantan Selatan, melalui pembangunan kawasan industri di Batu Licin dan kawasan industri Jorong agar segera terealisasi.

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here